LANGIT7.ID - Belakangan populer di kalangan keluarga muslim di Indonesia panggilan untuk orang tua seperti Abi, Abati dan sebagainya. Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan perbedaan makna kata Abi, Buya, Abati, dan Ummi dalam bahasa Arab.
Panggilan itu merupakan salah bentuk penghormatan dan kedekatan anak kepada orang tua. Demikian juga sebaliknya, bentuk kasih sayang orang tua kepada anak.
Tentu dalam Islam, panggilan itu perlu diperhatikan karena sangat mempengaruhi kasih sayang dan rasa hormat satu sama lain. Lalu, apa sebenarnya perbedaan makna panggilan itu dalam bahasa Arab?.
"Ketika Yusuf berkata kepada ayahandanya lihat panggilannya, 'ya Abati, ada abi, abati, buya'. Itu beda," kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip kanal youtube TV Abu al-Hasan, Sabtu (13/11/2021).
Secara bahasa, kata abati berasal dari kata abi. Dalam kaidah bahasa Arab, satu huruf berubah bahkan tambahan titik langsung berubah makna.
"Bertambahnya satu bangunan kepada satu huruf, maka akan menyebabkan perubahan kepada makna. Berubahnya satu harakat pada huruf, maka menjadikan perubahan kepada satu makna," ucap UAH.
Jadi, kata abi berarti 'ayah saya'. Kata abi menunjuk panggilan pada ayah dari sisi penghormatan. "Jadi, kalau anda ingin memanggil ayah anda dengan panggilan hormat maka gunakan panggilan abi. Kalau anda ingin hadirkan rasa sayang, maka anda panggil dengan buya," ucapnya.
Abi berarti ayah saya. Jika, buya bermakna panggilan sayang. Panggilan buya juga berlaku bagi orang yang kita sayangi, meski bukan keluarga. Misalnya, ada seorang ulama. Ia bisa dipanggil dengan kata buya sebagai ekspresi kasih sayang.
Ustadz Adi Hidayat mencontohkan Buya Hamka. Ulama sekaligus sastrawan itu masyhur dengan panggilan buya, karena sumbangsih keilmuan beliau untuk masyarakat Indonesia tak terkira.
"Buya, buya karena sayang nanda kepada ayah karena telah memberikan banyak perhatian kepada nanda," ucapnya.
Sementara, kata abati menggabungkan makna dua makna abi dan buya. Derajat panggilan itu lebih tinggi. Panggilan ini diabadikan dalam Al-Qur'an yang menggabungkan dua bentuk sekaligus panggilan sayang dan hormat.
"Ini poin penting teman-teman sekalian dan ini yang dipraktekkan oleh para nabi dan rasul sebelumnya. Abati sayang plus hormat," tuturnya.
Demikian juga kata ummi dan umma. Dua kata ini merupakan panggilan sayang. Sementara, kata ammati menggabungkan dua makna ummi dan umma.
"Panggilan ini dicontohkan dalam Al-Qur'an untuk memberikan dampak perhatian orang tua kepada anak, yang nanti menimbulkan efek timbal balik dari anak kepada orang tua," tutur Ustadz Adi Hidayat.
(jqf)