Langit7, Jakarta - Di tengah puncak pandemi Covid-19 hampir setahun lalu, produk kesehatan kian diminati oleh banyak masyarakat, salah satunya minuman herbal.
Hal itu dikarenakan kepercayaan masyarakat, dengan mengonsumsi minuman herbal akan menambah daya tahan tubuh mereka terhadap virus corona.
Baca juga: Ini Tiga Komitmen BP Tapera dalam Prinsip SyariahNamun, bagaimana dengan permintaan produm minuman herbal kini? Di mana kondisi pandemi sudah mulai menurun dan mobilitas masyarakat sudah semakin meningkat.
Salah satu produsen minuman herbal Sekar Jawi di Yogyakarta, Septi Setiani mengatakan, pada puncak pandemi lalu produk minuman herbal atau jamunya cukup diminati oleh masyarakat. Bahkan, penjualan produk jamunya itu meningkat cukup signifikan.
"Selama pandemi kemarin masyarakat mulai mencari alternatif pengobatan, lebih tepatnya suplemen herbal untuk
support imun yaitu dengan jamu-jamuan," ujarnya kepada Langit7.id.
Baca juga: PLN Akselerasi Transisi EBT dengan Tiga StrategiMenurutnya, hal itu berdampak positif bagi pelaku UMKM di bidang minuman herbal. Selain itu, juga turut mengubah pola pikir masyarakat bahwa jamu merupakan produk minuman sehat yang alami, aman, dan terjangkau.
Namun, penjualan produk jamunya kini kian menurun. Hal itu dikarenakan, situasi pandemi yang juga lebih membaik belakangan ini.
Kendati demikian, Septi mengaku akan terus menyosialisasikan bahwa jamu merupakan produk minuman yang kental akan kearifan lokal dan memiliki beragam khasiat kesehatan.
"Kami selaku UMKM jamu akan melakukan inovasi dan menciptakan produk jamu atau minuman tradisional yang digemari oleh masyarakat. Kami ingin mengubah mindset bahwa jamu itu rasanya enak dan berkhasiat," jelasnya.
Baca juga: Kemensos Bangun 10 Peternakan Ayam di AsmatIa berharap, agar ke depan masyarakat dapat lebih mencintai produk jamu. Apalagi, jamu merupakan minuman kesehatan yang sudah menjadi tradisi dan warisan leluhur yang perlu dilestarikan.
(zul)