Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 16 Oktober 2026
home wirausaha syariah detail berita

Begini Nasib Produk Minuman Herbal Saat Ini

mahmuda attar hussein Senin, 15 November 2021 - 09:17 WIB
Begini Nasib Produk Minuman Herbal Saat Ini
Minuman herbal. Foto: Langit7/Istock
Langit7, Jakarta - Di tengah puncak pandemi Covid-19 hampir setahun lalu, produk kesehatan kian diminati oleh banyak masyarakat, salah satunya minuman herbal.

Hal itu dikarenakan kepercayaan masyarakat, dengan mengonsumsi minuman herbal akan menambah daya tahan tubuh mereka terhadap virus corona.

Baca juga: Ini Tiga Komitmen BP Tapera dalam Prinsip Syariah

Namun, bagaimana dengan permintaan produm minuman herbal kini? Di mana kondisi pandemi sudah mulai menurun dan mobilitas masyarakat sudah semakin meningkat.

Salah satu produsen minuman herbal Sekar Jawi di Yogyakarta, Septi Setiani mengatakan, pada puncak pandemi lalu produk minuman herbal atau jamunya cukup diminati oleh masyarakat. Bahkan, penjualan produk jamunya itu meningkat cukup signifikan.

"Selama pandemi kemarin masyarakat mulai mencari alternatif pengobatan, lebih tepatnya suplemen herbal untuk support imun yaitu dengan jamu-jamuan," ujarnya kepada Langit7.id.

Baca juga: PLN Akselerasi Transisi EBT dengan Tiga Strategi

Menurutnya, hal itu berdampak positif bagi pelaku UMKM di bidang minuman herbal. Selain itu, juga turut mengubah pola pikir masyarakat bahwa jamu merupakan produk minuman sehat yang alami, aman, dan terjangkau.

Namun, penjualan produk jamunya kini kian menurun. Hal itu dikarenakan, situasi pandemi yang juga lebih membaik belakangan ini.

Kendati demikian, Septi mengaku akan terus menyosialisasikan bahwa jamu merupakan produk minuman yang kental akan kearifan lokal dan memiliki beragam khasiat kesehatan.

"Kami selaku UMKM jamu akan melakukan inovasi dan menciptakan produk jamu atau minuman tradisional yang digemari oleh masyarakat. Kami ingin mengubah mindset bahwa jamu itu rasanya enak dan berkhasiat," jelasnya.

Baca juga: Kemensos Bangun 10 Peternakan Ayam di Asmat

Ia berharap, agar ke depan masyarakat dapat lebih mencintai produk jamu. Apalagi, jamu merupakan minuman kesehatan yang sudah menjadi tradisi dan warisan leluhur yang perlu dilestarikan.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 16 Oktober 2026
Imsak
04:05
Shubuh
04:15
Dhuhur
11:42
Ashar
14:47
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan