Langit7, Bogor - Prof Euis Sunarti, Guru Besar IPB University bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga berikan masukan dalam
Focus Group Discussion (FGD) The Group of Twenty (G20), W20 Indonesia Presidency.
Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia ini membahas program
Ecovillage sebagai solusi dari beragam masalah sosial, budaya, ekonomi, kependudukan dan lingkungan.
Prof Euis dalam presentasinya mengusung tema Pemberdayaan Perempuan dalam Perspektif
Ecovillage,
Sustainable Development Goals (SDGs) dan Society 5,0.
Baca juga: Pertama Kali Umrah, Muslimah Diminta Perhatikan 5 Hal IniMenurutnya,
Ecovillage atau kampung ramah lingkungan bisa menjadi pilihan solusi dari ragam masalah sosial, budaya, ekonomi, kependudukan dan lingkungan.
"
Ecovillage sendiri adalah pembangunan perdesaan (berbasis pertanian dalam arti luas dan nilai tambahnya) sebagai solusi ketimpangan pembangunan dan pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.
Dalam FGD tersebut, Prof Euis mengangkat pembelajaran efektivitas pemberdayaan perempuan. Salah satu contohnya adalah pemberdayaan perempuan perdesaan yang telah dilakukan di empat kabupaten (Bandung, Cianjur, Ciamis, Tasikmalaya).
Baca juga: Tips Menjaga Rumah Tetap Aman Selama LiburanPemberdayaan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, perbaikan manajemen dan teknik produksi. Khususnya cara produksi pangan yang baik serta indikator keberhasilan usaha lainnya.
“Beberapa contoh keberhasilan pemberdayaan tersebut diantaranya adalah peningkatan produktivitas usaha rata-rata sebesar 52 persen. Jumlah ibu rumah tangga peserta yang memiliki company profile, struktur organisasi, dan prosedur kerja. Terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja sebesar 10 persen dan peningkatan pengetahuan dan kesadaran pentingnya izin usaha. Mereka juga memiliki ijin usaha dan perluasan usaha melalui website,” jelasnya.
Ia menambahkan contoh lainnya yaitu program pemberdayaan Care-Pengasuhan Ibu, Kader dan Remaja untuk Peningkatan Tumbuh Kembang Balita dan pencegahan stunting.
Baca juga: Tiga Artis Ini Kembangkan Bisnis FlorikulturaProgram ini mengukur pengaruh pemberdayaan terhadap perbaikan lingkungan, pengasuhan anak dan juga memonitor pengaruh pemberdayaan terhadap pengetahuan dan keterampilan pengasuhan. Semuanya berdampak signifikan.
“Melalui sedikit sentuhan (pemberdayaan), ternyata dapat memberikan dampak dan keberhasilan perubahan yang signifikan dan tidak perlu waktu lama. Asal kita melakukannya dengan all out,” ucapnya.
Selain itu, menurutnya, yang perlu dilakukan adalah adanya sinergi dari berbagai pihak seluruh pemangku kepentingan.
Ia melihat banyak program pemberdayaan yang dilakukan berbagai pihak namun seringkali dilakukan sendiri dengan intensitas terbatas dan kurang tuntas. Hal ini menjadi penyebab kurang efektifnya pencapaian tujuan pemberdayaan.
(zul)