LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap manusia tentu tak lepas dari masalah dalam hidupnya. Masalah bisa menghampiri siapa saja dan kapan saja, masalah tidak melihat strata sosial, latar belakang pendidikan, kealiman dalam agama, dan sederet asosiasi lain yang melekat.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Ahmad Thib Raya menyampaikan bahwa resep menghadapi masalah adalah sabar dan syukur. Prof Thib mengatakan bahwa setiap manusia menghadapi sunatullah yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt.
"Mengapa sabar dan sukur merupakan sunatullah, karena selalu ada dua hal yang kita hadapi dalam hidup ini, ada masalah hidup dan ada kenikmatan hidup. Masalah hidup adalah hal-hal yang tidak menyenangkan tetapi dia pasti datang kepada kita, sedangkan kenikmatan hidup adalah hal hal yang membuat kita bahagia dan mendapat kesenangan," kata Prof Thib dalam kajian yang diselenggarakan DKM Masjid Assalam Bintaro secara virtual, dikutip Jumat (31/12/2021).
Baca Juga: KH Jeje Zaenudin: Tahun Baru Momentum Perbanyak MuhasabahDua keadaan itu, lanjutnya, tidak dapat dihindarkan dari hidup manusia. Sebab pada saat tertentu manusia mengalami kesusahan, namun pada saat yang lain manusia mendapati kesenangan.
"Susah dan senang itu batasnya tipis sekali, bahkan menurut Alquran tidak ada batasnya, tidak ada garis pemisahnya," ujarnya.
Sebagaimana dalam Alquran surat Al-Insyirah, Allah Ta'ala menyebutkan mengenai hakikat kesulitan yang selalu disertai dengan kemudahan.
Baca Juga: Mengenal Ilmu Munasabah, Cara Mudah Pahami Alquran Secara Utuh فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
"Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. (QS Al-Insyirah : 5-6).
Ia menjelaskan, Allah menggunakan kata maa' dalam ayat tersebut yang bermakna bersama. Ini artinya antara kesulitan dan kemudahan bedanya sangat tipis, karena bersama kesulitan selalu ada kemudahan.
Karena kesululitan dan kemudahan menjadi suatu hal yang biasa dalam kehidupan, maka Rasulullah shallahhu 'alaihi wasalam memberikan resep untuk menghadapinya. Resep yang pertama sabar dan resep yang kedua syukur.
Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Gelar Pameran Lukisan Pluralisme"Berbicara tentang sabar, itu berkaitan dengan masalah, dengan hal-hal yang kita tidak senangi. Sedangkan syukur itu berkaitan dengan hal-hal yang membahagian dan menyenangkan kita," kata dia.
"Maka hadapilah kesulitan itu dengan sabar dan hadapilah kemudahan itu dengan syukur," ujarnya menambahkan.
Baca Juga: Sosiolog: Perilaku Konsumtif Harus Diimbangi Kemampuan Finansial(zhd)