LANGIT7.ID - , Jakarta - Seiring pertambahan usia, organ dan kemampuan pun tubuh mulai menurun. Karenanya banyak orang di hari tua mulai merasakan sakit yang tak pernah dirasakan sebelumnya.
Salah satu penyakit yang akan mengancam ketika sudah bertambahnya umur adalah penyakit batu empedu. Empedu merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk membantu penyerapan lemak dan menetralkan asam lambung dalam tubuh.
Batu empedu merupakan batu yang terbentuk di dalam kantung empedu atau didalam saluran utama empedu. Penyakit ini terjadi karena endapan kolesterol yang mengeras dan membentuk menjadi batu. Bentuk dari batu empedu ini bisa berupa lumpur, pasir, kerikil atau batu padat yang jumlahnya bisa lebih dari satu.
Baca juga: Apakah Penyakit Asam Lambung Bisa Sebabkan Kematian?Spesialis penyakit dalam Prof Ari Fahrial Syam menjelaskan penderita batu empedu tidak harus berakhir di meja opersi, jika batunya masih kecil. Penderita bisa mengatasinya dengan minum obat atau merubah dengan gaya hidup sehat.
Hal ini merubah paradigma yang meyakini jika permasalahan batu empedu solusinya ada operasi.
Lalu fakta lain apalagi yang perlu diketahui tentang batu empedu?
Bila dilihat dari gejala awal, sakit batu empedu mirip dengan saat Anda mengalami maag, nyeri di ulu hati.
"Jika berobat ke dokter biasanya dokter akan memberikan obat maag setelah mendengar keluhan kita."
Saat mengalami hal seperti ini dan diberi obat maag oleh dokter, maka ikuti saja, dan minum obatnya sampai habis. Kemudian jika rasa sakit masih tetap nyeri dan kambuh lagi dr. Ari Fahrial menyarankan untuk datang ke dokter yang sama.
"Tetap datanglah ke dokter yang sama, karena nanti dokter tersebut akan berpikir ada penyakit lain selain maag." kata dr Ari.
Selanjutnya dokter akan mengintervensi lebih jauh dengan tes yang lebih kompleks seperti tes Ultrasonografi (USG).
"Di tes USG di perut, nanti akan terlihat apakah ada batu di kantong empedu kita." kata dr Ari Fahrial.
Gejala lain yang biasanya dirasakan penderita batu empedu dan membedakannya dengan sakit maag adalah sakit di ulu hati yang menusuk hingga ke bagian belakang. Dilanjuti dengan keluarnya keringat dingin.
"Sedangkan sakit maag, sakitnya hanya di ulu hati saja dan tidak sampai keluar keringat dingin." jelas Guru Besar FKUI ini.
Setelah itu, penderita akan mengalami gejala lanjutan seperti bagian putih pada mata mulai menguning, fungsi hati terganggu dan adanya peradangan pankreas.
Batu empedu bila didiamkan dalam waktu lama dan terlambat ditangani bisa berakibat fatal yaitu kematian.
"Jika datangnya terlambat ke dokter, sudah terjadi sumbatan pada saluran empedu, sudah terjadi infeksi, sudah terjadi kencing manis, sudah menginfeksi jantung juga, sudah infeksi sistemik atau sepsis, maka bisa menyebabkan kematian." papar dr Ari Fahrial.
Karena itu, saat dinyatakan menderita batu empedu, sebaiknya pederita berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Sejak dini tertangani lebih baik daripada terlambat mengetahui hingga penyakit tersebut menjalar dan mempengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.
Baca juga: Selain Kemoterapi Ada Terapi Seluler untuk Penyakit Leukemiadr Ari Fahrial juga menyarankan jika dokter sudah mengatakan untuk dioperasi, maka jangan dianggap remeh.
"Jika dokter anjurkan untuk operasi maka operasilah," katanya.
Namun, perlu diketahui batu empedu bisa muncul berkali-kali, sekalipun sudah pernah dilakukan operasi dan sudah sembuh total.
"Banyak kasus yang orang sudah dioperasi batu empedunya, tapi karena tidak menjaga pola hidup sehat, maka muncul lagi batu di saluran empedunya." papar dr Ari Fahrial.
Penyebab dari batu empedu adalah adanya tumpukan lemak yang kemudian berubah menjadi pasir atau batu mengeras. Karenanya orang dengan berat bada berlebih memiliki risiko tinggi terkena batu empedu.
Supaya terhindari dari penyakit batu empedu, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. Seperti mengontrol berat badan, perbanyak aktivitas gerak badan, olahraga yang cukup untuk mengikis lemak dalam tubuh dengan baik, makan makanan bergizi dengan memperbanyak sayur dan buat, kurangi makanan berlemak dan rutin memeriksakan kesehatan.
(est)