LANGIT7.ID, Medan - Menjadi abdi negara bukan penghalang untuk mendidik anak-anak muda menjadi generasi rabbani. Demikian yang dilakukan Mayor Laut (P) Nabil.
Sebagai anggota TNI Angkatan Laut, Nabil merasa gusar dengan kondisi anak muda saat ini yang mulai melupakan Al-Qur'an. Banyak generasi muda yang tak lagi merindukan keberkahan kitab suci umat Islam itu.
Dia melihat banyak anak-anak saat ini lebih nyaman di depan gawai bermain game ketimbang membaca dan mendalami Al-Qur'an. Itu yang menjadi motivasi utama Nabil merintis Pesantren Tahfidz Quran, Intishorul Bahri yang berarti kejayaan di laut.
Baca Juga: Kisah Kiai Maung, Kiai Sangar Mantan Preman Dirikan Pesantren untuk Preman
"Padahal dalam agama sudah jelas kita dianjurkan untuk tetap gemar membaca Al-Qur'an," kata Nabil, dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Jumat (19/11/2021).
Pakai Kocek Pribadi Pria yang sudah 35 tahun berdinas di TNI Angkatan Laut itu mendirikan pesantren sejak 2014 lalu di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Ia mendirikan pesantren di atas lahan warisan milik keluarga.
Waktu pertama merintis pesantren, hanya ada 5 santri. Namun lambat laun, pesantren itu berkembang. Kini pesantren sudah menampung 101 santri.
![Kisah Mayor Laut Nabil Dirikan Pesantren Tahfidz dengan Kocek Pribadi]()
Pria 54 tahun yang bertugas sebagai Perwira Pelaksana di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan itu juga menanggung sendiri semua biaya operasional pesantren. Ia menyisihkan gaji TNI AL. Ia tak ingin memungut biaya dari santri.
Meski begitu, keluarga Nabil kadang memberikan bantuan untuk biaya operasional. Ada pula tambahan biaya dari keuntungan usaha printing hingga sumbangan sukarela warga.
Mengajar dengan Seragam Lengkap Nabil pandai membagi waktu tugas kantor dan mengurus pesantren. Sering ia mengenakan seragam lengkap saat mengajar para santri.
Di pesantren ini, para santri diajari ilmu-ilmu agama seperti membaca Al-Qur'an, tauhid, fikih, tilawah, dan menghafal Al-Qur'an. Nabil mengajar selepas melakoni pelaksanaan tugas di kantor.
Tak hanya belajar membaca Al-Qur'an, para santri juga selalu dididik untuk mendirikan shalat berjamaah. Itu satu rangkaian untuk mendukung aktivitas belajar Al-Qur'an para santri.
"Saya ingin membuktikan bahwa tentara bukan orang yang menyeramkan, tentara juga bisa memberi kontribusi dengan memberikan edukasi terkait ajaran agama," ujar Nabil.
Nabil menyebut, kegiatan itu sesuai dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono agar keberadaan prajurit TNI AL di manapun bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
(jqf)