LANGIT7.ID - - Malikah Shabazz, anak dari mendiang aktivis HAM Malcolm X, meninggal dunia pada Senin, 22 November 2021. Shabazz (56), ditemukan tak sadarkan diri oleh putrinya di rumahnya di Brooklyn. Kepolisian setempat mengatakan kematian mendadak tersebut karena penyebab alami.
Kabar meninggalnya aktivis yang memperjuangkan hak-hak sipil muslim tersebut menjadi kabar duka bagi komunitas Muslim Amerika.
Wakil Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Edward Ahmed Mitchell, menyampaikan rasa duka cita melalui pernyataan online.
Baca juga: Omar Suleiman, Da'i Aktivis Pembela Islam dan Kemanusiaan di Amerika Serikat“Kami bergabung dengan orang-orang di seluruh negara kami dan di seluruh dunia dalam menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih Malikah Shabazz,” Edward Ahmed Mitchell seperti dilansir dari About Islam, Kamis (25/11/2021).
“Kami meminta Tuhan untuk menghibur keluarganya dan memasukkannya ke surga bersama ayahnya. Hanya kepada-Nya kita kembali.”
Ucapan belasungkawa pun disampaikan CAIR-New York Executive Director Afaf Nasher.
"Doa kami untuk keluarga Malikah dan mereka yang ditinggalkan. Seperti orang tua dan kakaknya, Malikah memperjuangkan HAM tak ternilai. Mari kita meneruskan perjuangan menegakkan keadilan Malcom X dan keluarganya," kata Nasher.
"Sesungguhnya kita milik Allah, dan hanya kepada Nya kita kembali".
CAIR-NY Board Vice President Zead Ramadan juga turut memberikan belasungkawa atas meninggalnya Malikah Shabazz.
Media sosial pun diramaikan dengan ucapan duka cita dari penjuru negeri mengenang Malikah.
"Malikah berada di dalam rahim ibunya, Betty, ketika Malcolm ditembak mati di depan keluarganya. Dia tidak pernah memeluknya di sini. Saya berdoa dia akan menunggu untuk memeluknya di sana. Semoga Allah merahmati mereka dan memberikan kemudahan bagi keluarganya yang tersisa di bumi,” tulis Dr. Omar Suleiman, da'i yang juga berperan sebagai aktivis pembela umat muslim di Amerika.
Baca juga: Mengenang Munir sebagai Aktivis IslamSosok Malcolm X adalah aktivis yang kuat melawan rasisme sebelum kejadian penembakan yang menyebabkan ia meninggal tahun 1965. Malcolm X tetap menjadi simbol inspiratif bagi warga kulit hitam. Dari penipu jalanan, Malcolm bertransformasi menjadi tokoh bersejarah yang dipuji aktor Ossie Davis sebagai "Pangeran yang Bersinar"
(est)