LANGIT7.ID, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mendorong pengurus masjid mengaplikasikan ‘kencleng digital’ agar infak dan sedekah jemaah semakin besar untuk kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, transformasi digital perlu untuk merespons disrupsi revolusi industri 4.0 yang kini sedang terjadi di Indonesia.
"Dakwah agama islam itu di mana-mana subtansinya tidak berubah dari sejak zaman Rasul. Yang membedakan caranya. Sekarang caranya sudah serba digital maka dengan digital," ujar Emil dalam acara Rakerwil Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Barat di Bandung akhir pekan ini.
Dalam realisasinya, kata Emil,dakwah secara digital bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya saja dalam hal berifak di kotak-kotak amal yang ada di masjid.
Baca Juga: Masjid Al Fattah Stasiun Cibatu, Berkonsep Modern dan FuturistikDengan berpindah ke digital maka, infak di masjid-masjid sudah bisa menggunakan handphone saja atau metode pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Caranya, jemaah masjid cukup melakukan scan ke QR Code yang tersedia di masjid tersebut.
"Karena banyak orang-orang yang jarang bawa uang seperti saya tapi ada uangnya di handphone sehingga ngasihnya bisa besar. Itu jumlahnya besar sekali," ujarnya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Targetkan Seluruh Desa di Jabar Punya BUMDesKhusus untuk 'kencleng' digital ini, ia ingin agar seluruh masjid yang berada di DMI Jawa Barat seratus persen menggunakan metode tersebut. Karena dengan adanya 'kencleng' digital ini, uang infaq yang didapatkan akan jauh lebih besar.
"Ngencleng dulu manual, sekarang dengan ngencleng digital bisa 5-10 kali lipat. Jadi saya titip masjid-masjid di bawah DMI Jawa Barat sudah harus seratus persen ngencleng digital QRIS," kata dia.
Baca Juga: Atalia Kamil Apresiasi Inovasi Produk Seblak dan RenginangSelain 'kencleng' digital, Ridwan Kamil juga mendorong ceramah dengan menggunakan digital. Misalnya seorang penceramah yang menyampaikan dakwahnya untuk diunggah di platform Youtube.
"Kalau ada kyai ceramah ke seribu orang itu bagus, tapi lebih bagus lagi ceramahnya dengarkan oleh sejuta orang yang mayoritas tidak hadir tapi lihat di youtubenya. Itulah revolusi digital di Jawa Barat," tutur Emil.
Baca Juga: Pembangunan Akses Tol Pelabuhan Patimban Ditargetkan Selesai 2023(zhd)