LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Bagus Hendraning Kobarsyih, menegaskan, peringatan Hari Solidaritas Internasional Palestina untuk Rakyat Palestina merupakan momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa masalah Palestina belum selesai.
“Bangsa Palestina masih belum mendapatkan hak-hak asasi kemanusiaanya, karena mereka masih hidup dalam keadaan terjajah. Masih ada satu bangsa yang belum dimerdekakan sejak KAA (Konferensi Asia Afrika) pada 1955,” kata Bagus dalam diskusi ‘Pekan Solidaritas Palestina: Millenial Peacemaker Forum’ secara virtual di Jakarta, Ahad (28/11/2021).
![Kemenlu: Palestina Masih Terjajah, Kita Bertanggung Jawab Akhiri Agresi Israel]()
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 29 Desember sebagai Hari Solidaritas Internasional Untuk Rakyat Palestina. Peringatan tersebut merujuk pada keputusan Sidang Majelis Umum PBB yang mengesahkan Resolusi Nomor 181 Tahun 1947 yang membagi dua wilayah Palestina: 43 persen untuk bangsa Palestina dan 56 persen bagi kaum Yahudi. Sementara satu persen atau Al-Quds berada di bawah kontrol PBB.
Bagus mengatakan, pasukan Israel masih terus melakukan aksi ilegal. Israel terus menangkapi, menggusur dan menyita properti milik warga Palestina. Hal itu menyebabkan warga palestina terus mengalami penderitaan. Israel juga terus melanjutkan pembangunan pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dan Al-Quds.
Sebenarnya, banyak negara yang mengecam tindakan Israel tersebut agar dihentikan. Namun Israel tidak pernah peduli dan terus melanggar hukum internasional. Israel juga kian berani melancarkan provokasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa dengan menangkapi dan menghalangi umat Islam memakmurkan masjid itu.
Di sisi lain, Israel memberi kelonggaran kepada warga yahudi yang hendak berziarah ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Meski tindakan itu melanggar status quo yang ditetapkan pada 1967, yang melarang non muslim beribadah di dalam Masjid Al-Aqsa.
Maka dari itu, Bagus menekankan pemerintah Indonesia tetap pada pendirian untuk membela hak-hak warga Palestina yang telah dirampas Israel. Indonesia menyatakan dukungan internasional secara serius dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan Palestina.
Indonesia akan terus mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk merebut kemerdekaan dari pendudukan Israel. Itu sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dukungan itu telah disampaikan di forum-forum internasional.
Sementara, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, mengatakan, Hari Solidaritas Palestina merupakan peringatan kepada seluruh dunia agar memberikan dukungan kepada Palestina.
“PBB, masyarakat, dan orang-orang merdeka di seluruh dunia memperingati hari ini sebagai momentum untuk menegaskan kembali hak-hak pokok Rakyat Palestina dan serta mendukung diakhirinya konflik yang telah berlarut-larut,” kata Zuhair saat menyampaikan pidato.
Zuhair menyebut Palestina selalu berpegang kepada hukum internasional, sementara Israel bersikap seolah tak pernah tersentuh hukum. Dia lalu meminta komunitas internasional untuk mengecam agar Israel menyetop kekerasan di Palestina.
“Sekaranglah waktunya bagi komunitas-komunitas internasional untuk memikul tanggung jawabnya guna mengakhiri agresi Israel terhadap kami, yang menyerang keberadaan, dan masa depan kami,” kata Zuhair.
(jqf)