LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia baru saja mengumumkan kabar yang melegakan terkait keselamatan diplomat mereka di Pakistan. Insiden berbahaya yang terjadi di negara tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran, namun pihak Kemlu dengan cepat memberikan konfirmasi yang menenangkan.
Rolliansyah Sumirat, yang bertindak sebagai juru bicara Kemlu, menyampaikan bahwa Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Islamabad beserta rombongannya telah kembali ke ibukota dengan selamat. Pernyataan ini disampaikan setelah beredar kabar mengenai serangan terhadap konvoi diplomatik internasional di wilayah barat laut Pakistan.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi saat rombongan diplomatik sedang dalam perjalanan menuju acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Islamabad. Lokasi kejadian berada di rute menuju kawasan wisata Malam Jabba, tepatnya di Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Baca juga:
Bom Mengancam, Diplomat Indonesia Selamat dari Maut di PakistanMeskipun serangan ini mengakibatkan jatuhnya korban dari pihak keamanan setempat, Kemlu memastikan bahwa seluruh diplomat yang terlibat, termasuk perwakilan dari Indonesia, berhasil lolos tanpa cedera. Rombongan tersebut juga melibatkan diplomat dari berbagai negara seperti Rusia, Bosnia-Herzegovina, dan beberapa negara Afrika serta Asia Tengah.
Pihak Kemlu juga menekankan bahwa KBRI Islamabad terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Pakistan untuk memastikan keamanan sekitar 1.200 warga negara Indonesia yang saat ini berada di negara tersebut. Mayoritas WNI di Pakistan merupakan pelajar dan mereka yang telah menikah dengan warga setempat.
Sementara itu, Kemlu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran informasi yang tidak akurat terkait insiden ini. Masyarakat diharapkan dapat memantau perkembangan situasi melalui sumber-sumber resmi dan terpercaya.
Lembah Swat, lokasi terjadinya insiden, memiliki sejarah panjang terkait keamanan. Namun, sejak operasi militer besar pada tahun 2009, kawasan ini telah mengalami peningkatan stabilitas yang signifikan. Meski demikian, kejadian ini mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan dalam misi diplomatik di wilayah-wilayah yang masih rentan.
(lam)