LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Siradj meninjau kesiapan lokasi dan tuan rumah Muktamar ke-34 di kompleks Ponpes Darussa'adah, Gunung Sugih, Lampung Tengah. Keberangkatannya ke Lampung menegaskan muktamar siap digelar kapan saja.
Kiai Said Aqil yang disebut-sebut bakal maju lagi di Muktamar ke-34, terlihat hadir bersama rombongan sekitar pukul 17.00 waktu setempat, Senin (29/11). Dalam keterangannya, ia tidak menampik jika waktu pelaksanaan muktamar masih simpang siur.
Terdapat dua versi agenda muktamar yang beredar di kalangan pengurus dan Nahdliyyin. Kabar menyebutkan Muktamar ke-34 NU akan dilaksanakan tanggal 17 Desember, lalu muncul desakan juga untuk diundur sampai Januari 2022.
Baca Juga: Gus Kikin: Ulama Tawadhu, Pengusaha dan Pemilik Stasiun Televisi“Pada intinya kita siap melakukan Muktamar. Kalau terkait tanggal dan hari kita belum tentukan, makanya ini kita cek dulu kesiapannya, yang Jelas kita siap mengadakan hajat NU ini,” kata Kiai Said di sela meninjau lokasi dikutip keterangan pers, Selasa (30/11/2021).
"Minggu-minggu ini kita akan adakan rapat dahulu bersama Jajaran kepengurusan PBNU," imbuhnya.
Baca Juga: Malahayati, Laksamana Wanita yang Jadi Nama Jalan di JakartaSaat disinggung soal kabar di media yang menyebutkan bahwa Muktamar bakal dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2021 sesuai arahan Rais 'Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, ia menjelaskan, adanya keinginan seperti itu sah-sah saja sebagai bagian dari dinamika muktamar.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Muktamar ke-34 NU KH Ahmad Ishomuddin saat disinggung kesiapannya mengatakan, pihaknya menunggu instruksi dan surat resmi dari PBNU. "Kalau progress persiapan kita tetap jalan sesuai dengan agenda,” katanya.
Baca Juga: PPKM Level 3, PBNU Masih Matangkan Rencana Muktamar ke-34Gus Ishom menjelaskan pihaknya akan sekuat tenaga mempercepat pembangunan aula utama tempat dibukanya muktamar "Mulai hari ini para pekerja akan lembur total untuk mengejar waktu penyelesaian," ujarnya.
Baca Juga: Kiai Said Minta Pengurus NU Hati-Hati dalam Berfatwa(zhd)