LANGIT7.ID, Lumajang - Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas dekat kawah Gunung Semeru. Hal ini mengingat lokasi sekitar masih tidak kondusif pasca erupsi Gunung Semeru yang mengeluarkan lahar panas serta hujan abu vulkanik.
Salah seorang petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, Yuda Prinardita Pura, meminta kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer atau dekat dengan Gunung Semeru.
Baca juga: Bupati Lumajang: Erupsi Kali Ini Lebih Besar dari Tahun 2020"Masyarakat, pengunjung dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru," kata Yuda dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Sabtu (4/12).
Yuda juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam jarak lima kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan. Selain itu, ia meminta masyarakat mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Radius dan jarak rekomendasi ini akan terus dievaluasi untuk mengantisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya. Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas dan mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas di wilayah Besuk Kobokan.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, BNPB: Belum Ada Laporan Korban Jiwa"Waspada ancaman lahar di alur sungai atau lembah yg berhulu di Gunung Semeru mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk," pesan Yuda.
Berdasarkan pengamatan PVMBG Kementerian ESDM, ada dua kali guguran lava pijar dengan jarak luncur kurang lebih 500 sampai 800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah. Kondisi meteorologi di lokasi berupa cuaca berawan, mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan suhu udara berkisar 22-26 derajat Celcius. (Sumber: Antaranews)
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Semburkan Hujan Abu Vulkanik(asf)