LANGIT7.ID, Jakarta - Gunung Semeru di Jawa timur mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) siang. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 13 orang meninggal dan 41 orang mengalami luka bakar.
Tokoh nasional, tokoh politik, lembaga, ormas, dan masyarakat luas menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang sedang terjadi. Masyarakat berdoa agar yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan warga terdampak dikuatkan dalam menghadapi musibah.
Musibah, cobaan, dan kesulitan adalah keniscayaan dalam kehidupan di dunia. Allah menghendaki agar berbagai musibah dan cobaan itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Baca Juga: Surat Al Mulk Ayat 15: Anjuran dan Tuntunan Rekreasi dalam IslamSabar dan shalat adalah perlindungan utama bagi seorang muslim ketika menghadapi musibah. Bersikap sabar ketika menghadapi musibah berarti berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan diri, tidak panik, tenang, dan penuh perhitungan serta tawakal mengantisipasi secara lebih tepat berdasar pengalaman.
Firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
Arti: Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Baca Juga: Tafsir An Nur Ayat 61: Kesetaraan Bagi Penyandang DisabilitasProf Dr Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dalam Tafsir Al Azhar menjelaskan, sabar merupakan benteng pertama dalam diri seseorang ketika dihadapkan dengan musibah dan berbagai kesulitan. Dengan sabar, tabah, tahan hati, dan teguh, sehingga tidak ambyar bila datang gelombang kesulitan.
Namun demikian, jiwa dan raga manusia tetaplah memiliki keterbatasan. Betapapun sabarnya seseorang dalam menghadapi musibah dan berbagai cobaan, hari manusia dapatlah goncang jua. Karenanya perlu penguatan dengan mendirikan shalat.
Baca Juga: Ternyata Ada Satu Kata Bahasa Indonesia Tertulis Jelas dalam Al-Qur’an“Orang yang berpadu di antara sabarnya dengan sembahyangnya, akan jernihlah hatinya dan besar jiwanya dan tidak dia akan rintang dengan perkara-perkara kecil dan tetek bengek,” tulis Hamka.
Musibah, cobaan, dan kesulitan yang harus kita tempuh dalam menyeberangi kehidupan ini kadang-kadang sangatlah begitu besar. Sehingga jiwa harus kuat dan pendirian harus kokoh.
Baca Juga: PLN Terjunkan 124 Personel untuk Percepat Pemulihan ListrikSebab itu seorang muslim hendaknya selalu meminta pertolongan kepada Allah agar dikuatkan dalam menghadapi kesulitan. Tidaklah boleh terpisah di antara keduanya ini: sabar dan shalat, yaitu membuat hati jadi tabah dan selalu mengerjakan sembahyang.
Baca Juga: Pendakwah Zacky Mirza Mengalami Insiden saat Berdakwah di Aceh(zhd)