Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 30 Mei 2026
home wisata halal detail berita

Tafsir An Nur Ayat 61: Kesetaraan Bagi Penyandang Disabilitas

fajar adhitya Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:43 WIB
Tafsir An Nur Ayat 61: Kesetaraan Bagi Penyandang Disabilitas
Ilustrasi mustahik binaan Baznas. Foto: Langit7/Istock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional. Peringatan ini merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang masyarakat difabel dan mendorong pemenuhan atas hak-hak penyandang disabilitas.

Jauh sebelum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memploklamirkan Hari Disabilitas Internasional, Islam telah lebih dulu menyuarakan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Islam memandang paran penyandang disabilitas sederajat dengan nondisabilitas dan menghilangkan segala bentuk diskriminasi.

Kesetaraan bagi penyandang disabilitas dalam Islam sebagaimana tertuang dalam Surat An Nur ayat 61. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Baca Juga: Tafsir Al Jumuah Ayat 9-11: Bersiap Menghadiri Shalat Jumat dengan Sebaiknya

لَيْسَ عَلَى الْاَعْمٰى حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْاَعْرَجِ حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْمَرِيْضِ حَرَجٌ وَّلَا عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَنْ تَأْكُلُوْا مِنْۢ بُيُوْتِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اٰبَاۤىِٕكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اُمَّهٰتِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اِخْوَانِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اَخَوٰتِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اَعْمَامِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ عَمّٰتِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اَخْوَالِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ خٰلٰتِكُمْ اَوْ مَا مَلَكْتُمْ مَّفَاتِحَهٗٓ اَوْ صَدِيْقِكُمْۗ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَأْكُلُوْا جَمِيْعًا اَوْ اَشْتَاتًاۗ فَاِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوْتًا فَسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُبٰرَكَةً طَيِّبَةً ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Arti: "Tidak ada halangan bagi disabilitas netra, tidak (pula) bagi disabilitas daksa, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara-saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya atau (di rumah) kawan-kawanmu.Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri.

Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti."

Baca Juga: Awas Bahaya Istidraj, Allah SWT Biarkan Kita Tertipu Kenikmatan Sejatinya Kemurkaan

Pada ayat ini Allah menjalankan prinsip kemudahan kepada orang yang memiliki halangan tertentu. Kementerian Agama RI meberikan tafsir kepada ayat ini, yakni tidak ada halangan, yakni tidak ada dosa dan tidak pula menjadi kemaksiatan bagi orang buta, tidak pula bagi orang pincang, tidak pula bagi orang sakit, dan tidak pula bagi dirimu untuk makan bersama mereka.

Imam Suyuthi menjelaskan, Ad Dhahak mengatakan bahwa di zaman jahiliyah masyarakat enggan makan bersama dengan para penyandang disabilitas karena keadaan mereka. Diriwayatkan dari Miqsam, ia mengatakan, dahulu orang-orang menjaga diri untuk tidak makan bersama tuna netra dan tuna daksa.

Maka turunlah ayat ini sebagai kemurahan (rukhsah) untuk mengajak mereka makan bersama. Penjelasan senada juga ditulis Ibnu Katsir dalam tafsirnya, Ad Dhahak mengatakan, sebelum Islam datang para penyandang disabilitas, dalam ayat ini, tunanetra dan tunadaksa merasa minder makan bersama orang nondisabilitas.

Baca Juga: Ternyata Ada Satu Kata Bahasa Indonesia Tertulis Jelas dalam Al-Qur’an

Dengan turunnya ayat ini, Allah menghendaki perlakuan yang setara terhadap penyandang disabilitas. Pun sebaliknya para difabel didorong untuk tidak merasa minder atas keterbatasan mereka karena Allah telah memberi kemurahan.

Dilansir NU Online dalam Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas ayat 61 Surat An Nur secara eksplisit menegaskan kesetaraan sosial antara penyandang disabilitas dan nondisabilitas. Mereka harus diperlakukan sama dan diterima dengan tulus, tanpa diskriminasi serta tanpa stigma negatif dalam kehidupan sosial, sebagaimana penjelasan Syaikh Ali As-Ṣabûnî dalam Tafsîr Âyât Al Ahkam:

Baca Juga: Sejumlah Daerah di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Substansi firman Allah dalam Surat An Nur ayat 61 adalah bahwa tidak ada dosa bagi orang-orang yang punya uzur dan keterbatasan (disabilitas netra, daksa, dan orang sakit) untuk makan bersama nondisabilitas, sebab Allah membenci kesombongan dan orang-orang sombong. Allah menyukai kerendahan hati dari para hamba-Nya.

Dari penafsiran ini menjadi jelas bahwa Islam mengecam sikap dan tindakan diskriminatif terhadap para penyandang disabilitas. Terlebih diskriminasi yang berdasarkan kesombongan dan jauh dari akhlakul karimah.

Baca Juga: Anggota Baleg: Perlu Cermat dan Utuh Dalam Baca Putusan MK

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 30 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)