LANGIT7.ID, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar mengajak difabel terus berkarya dan berprestasi. Ia juga menekankan bahwa disabilitas patut diberikan hak-haknya dan mendapat kesetaraan sebagaimana nondisabilitas.
"Kekurangan bukan alat untuk berhenti berprestasi, dan bukan untuk didiskriminasi," ujarnya dalam kegiatan HDI 2021 Perkumpulan Penyandang Disabilitas Fisik Indonesia (PPDFI) DKI Jakarta, dengan tema 'Disabilitas Bersyukur', di Masjid Istiqlal belum lama ini.
Nasaruddin lalu mengisahkan perjalanan dakwah Nabi Musa sebagai salah satu Nabi tercerdas yang juga memiliki keterbatasan dalam bicara. "Nabi Musa memiliki keterbatasan dalam bicara, namun pikirannya sangat cerdas. Kemudian Allah karuniakan Harun sebagai juru bicaranya," ujarnya.
Baca Juga: Emil: Pemerintah Butuhkan Nasihat ICMI untuk PembangunanKecerdasan Nabi Musa juga tidak menjadikannya sombong. Allah perkenankan Nabi Musa untuk menggali hikmah dan tetap belajar dari sosok yang tidak dikenalnya, yaitu Nabi Khidir.
"Nabi Musa juga memiliki keterbatasan, jadi dia diminta untuk belajar dengan Nabi Khidir. Jadi hati-hati dengan orang yang tidak populer di bumi, bisa jadi mereka sangat populer di langit," pesan KH Nasaruddin.
Baca Juga: Tafsir Al Baqarah Ayat 45: Sabar dan Shalat Saat Hadapi MusibahKetua Dewan Pertimbangan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPPDI) Siswadi, juga mengatakan, bahwasanya keterbatasan harus memotivasi diri agar lebih semangat dalam menjalani kehidupan.
Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Siswadi optimis masyarakat penyandang disabilitas dapat semakin sejahtera melalui Komisi Nasional Disabilitas (KND).
Baca Juga: 13 Orang Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru"Seseorang yang memiliki keterbatasan pasti memiliki kelebihan, dan kelebihan dari keterbatasan itu yang harus memotivasi kita agar terus semangat," tuturnya.
Baca Juga: Surat Al Mulk Ayat 15: Anjuran dan Tuntunan Rekreasi dalam Islam(zhd)