LANGIT7.ID, New Delhi - Usai kemunculan virus Covid-19 varian Delta, kini dunia kembali dihebohkan dengan varian Delta Plus. Varian tersebut diklaim lebih berbahaya dan mudah menular dibanding Delta.
Pemerintah India mendeteksi adanya kemunculan jenis baru Covid-19 bernama Delta Plus. Varian tersebut merupakan mutasi dari varian Delta B1.617.2 yang pertama kali terdeteksi di India.
Seperti dilansir
Reuters, Menteri Kesehatan Rajesh Bhushnan dalam konferensi persnya mengatakan, varian Delta Plus ditemukan dalam 16 kasus di Maharashtra. Namun, dia tak menjelaskan sisa dua bagian negara lainnya yang terpapar varian baru ini.
Bhushnan juga meyakini varian Delta Plus ini lebih mudah menular dari jenis lainnya. Dia pun menyarankan agar pemerintah bagian segera meningkatkan pengujian dalam hal ini.
Sebagai informasi, India masih berada dalam gelombang kedua Covid-19 sejak Maret lalu. Catatan 29,8 juta kasus dengan angka kematian mencapai 389.302 menjadikan India sebagai negara terdampak Covid-19 kedua di dunia setelah AS.
Hingga saat ini, Pemerintah India telah melakukan vaksinasi yang mencetak rekor keberhasilan memvaksinasi 8,6 juta warga dalam sehari. Secara keseluruhan, India telah memvaksinasi sekitar 50,6 juta warganya atau 3,7 persen dari total 1,3 miliar penduduk.
Kendati kasus harian Covid-19 menurun, pakar kebijakan publik dan sistem kesehatan Chandrakant Lahariya meragukan hal tersebut. Ia tak yakin India bisa mempertahankan tingkat vaksinasi seperti itu bisa dilakukan secara konsisten kedepannya.
"Ini jelas tidak berkelanjutan. Dengan percepatan vaksinasi dalam sehari seperti itu, banyak negara bagian yang telah menggunakan sebagian besar stok vaksin mereka saat ini, yang akan mempengaruhi vaksinasi dalam beberapa hari kedepan," kata Bhushnan kepada
Reuters, Jumat (25/6/2021).
Lahariya juga menuturkan bahwa pasokan vaksin di India saat ini diproyeksikan untuk beberapa bulan kedepan. Tingkat harian maksimum yang dapat dicapai adalah 4-5 juta dosis dalam sehari.
(asf)