LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia merupakan negara besar yang terdiri dari berbagai agama, suku bangsa, bahasa, dan budaya di dalamnya. Semua bersatu padu menciptakan sebuah negara bangsa bernama Indonesia.
Kepala Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI, Achmad Gunaryo menyampaikan kebesaran Indonesia dipadu dari banyaknya perbedaan. Perbedaan bukan untuk mencari siapa yang paling benar, namun untuk saling mengenal antara satu dan lainnya. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Al-Hujurat ayat 13.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti."
Baca Juga: Resmikan Galeri Harmoni, Kemenag: Keragaman Agama Ada Sejak Masa LampauSalah satu ikhtiar yang dilakukan Kementerian Agama RI dengan diresmikannya Galeri Harmoni, bertujuan agar masyarakat Indonesia saling mengenal satu sama lain antar umat beragama.
"Galeri Harmoni merupakan renungan keragaman ciptaan Tuhan. Saya yakin manakala keragaman itu disikapi dengan rasa syukur dan positif akan melahirkan satu keindahan. Sebagaimana orkestra musik jika berpadu satu dengan yang lain dalam tempo dan waktu yang tepat akan melahirkan paduan suara yang begitu indah," ujar Achmad dalam peresmian Galeri Harmoni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, kemarin.
Baca Juga: Penyuluh Gerak Cepat Bantu Pemulihan Korban Erupsi SemeruDia melanjutan, sebagai
partner, TMII selama ini telah menampilkan berbagai keragaman. Kemenag ingin melengkapi capaian itu untuk menciptakan kerukunan dan keindahan bangsa Indonesia.
Masyarakat Indonesia menurutnya senantiasa harus bersyukur karena masih merasakan kedamaian dan kerukunan selama ini. Setiap pemeluk agama dapat bebas menjalankan peribadatan dengan baik sesuai tuntunan ajarannya masing-masing.
Baca Juga: SiHalal Beri Kemudahan Pelaku UMK Kantongi Sertifikat Halal"Perbedaan merupakan sunatullah, kita ada karena perbedaan demikian juga sebaliknya, kita tidak akan pernah ada tanpa ada perbedaan," ujar dia.
"Ibu dan bapak kita adalah dua makhluk yang berbada, dari keduanya kita lahir. Jika ibu dan bapak kita dari mahkluk yang sama maka mustahil kita ada," imbuhnya.
Baca Juga: Dewan Dakwah Luncurkan Program Kuliah Paradigma Pemikiran IslamIa menambahkan dengan menghargai perbedaan seyogianya meneruskan tugas ketuhanan, yaitu untuk mengatur seluruh alam dengan sebaik baiknya. Karena tidak ada yang sempurna kecuali dengan saling menyempurnakan. "Itulah hakikat harmoni dalam keberagamaan," ujarnya.
Baca Juga: Hukum Mendoakan Pakai Stiker WhatsApp, Ini Kata Imam Nawawi(zhd)