Langit7, Bogor - Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi negara maju pada 2045 mendatang. Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan setidaknya 12 persen pengusaha dari jumlah penduduk di suatu negara.
Sayangnya, tingkat kewirausahaan atau di Indonesia masih terbilang cukup rendah. Di mana jumlah wirausaha di Tanah Air saat ini baru sekitar 1,65 persen dari total penduduk yang lebih dari 270 juta jiwa.
Untuk itu, selain dukungan dari pemerintah dan pihak terkait, juga perlu kesadaran dan tekad kuat dari generasi muda Indonesia untuk berperan dalam dunia wirausaha.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Perkuat Jasa Keuangan DigitalApalagi, Indonesia memiliki potensi cukup besar untuk meningkatkan jumlah pengusaha. Di mana akan mendapatkan era bonus demografi, yang pada 2030 populasi anak muda akan lebih banyak dibandingkan orangtua.
Mendukung tercapainya Indonesia menjadi negara maju, juga menjadi alasan bagi Imam Baihaki yang memilih jalan menjadi pengusaha ketimbang harus bekerja kantoran.
Pemilik Kedai Kopi Handoko di Kota Bogor ini mengatakan, menjadi pengusaha merupakan bentuk dukungan rakyat, khususnya generasi muda dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju.
"Untuk menjadi negara maju, masyarakat harus sadar akan pentingnya menjadi
enterpreuneur, karena jumlah pengusaha Indonesia itu masih dibawah target. Jadi semakin punya cita-cita untuk menjadi enterpreuneur itu akan memajukan negara," jelasnya dikanal Youtube DakaraTV.
Baca juga: Ekonomi Syariah Dorong Kemakmuran UmmatSeputar Kedai Kopi HandokoImam mulai merintis usaha yang bergerak di bidang perkopian sejak 2017 silam dengan lapak angkringan. Kini, usahanya telah berkembang cukup besar, di mana ia telah memiliki Kedai Kopi Handoko yang terletak di Kota Bogor.
"Kita memang menekankan pada tiga keunggulan. Pertama, SDM-nya. Kedua adalah nilai estetis yang bisa kita tingkatkan secara visual. Ketiga service atau layanan yang dirasakan pelanggan," jelasnya.
Alumni IPB University Angkatan 52 itu mengatakan, ketiga keunggulan tersebut memang sengaja diterapkan pada Kedai Kopi Handoko. Sehingga dapat meningkatkan persaingan usaha dibidang kopi yang kini telah banyak menjamur.
Baca juga: Pemerintah Minta Andil Generasi Muda Tegakkan Perekonomian di Era DigitalSementara untuk terus meningkatkan pelayanannya, Imam selalu memberikan kuesioner kepada para pelanggan. Hal itu dilakukan demi mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
"Jadi dua minggu yang lalu kita baru memberikan kuesioner terkait pelayanan di Handoko. Jadi dari rentang angka 1-5, pelayanan dan rasa itu mendapatkan nilai 4 dan 5, yang bisa diartikan baik," katanya.
Ia menambahkan, untuk memberikan nilai estetika lebih, Kedai Kopi Handoko juga menghadirkan sentuhan full kayu jati sebagai dekorasinya. Menurutnya, konsep tersebut dapat memberikan nuansa berbeda dengan kompetitor yang ada.
(zul)