LANGIT7.ID, Lumajang - Jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru semakin bertambah. Data Pos Komando (posko) Tanggap Darurat Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada Rabu (8/12), penyintas berjumlah 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.
Posko terus memutakhirkan data warga terdampak maupun warga yang mengungsi di wilayah Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar. Sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang, Kecamatan Pasirian 983 orang, Pronojiwo 525 orang, Tempeh 554 orang, Sumbersuko 302 orang, dan Lumajang 271 orang.
Baca juga: Tim SAR Targetkan Satu Minggu Pencarian Korban Hilang Erupsi SemeruSedangkan di Pasrujamber 212 orang, Sukodono 204 orang, Kunir 127 orang, Tekung 67 orang, Senduro 66 orang, Padang 62 orang, Jatiroto 59 orang, Kedungjajang 50 orang, Klakah 45 orang, Yosowilangun 40 orang, Rowokangkung 37 orang, Ranuyoso 26 orang, Randuagung 24 orang, Tempusari 23 orang, dan Gucialit 14 orang.
Dalam rapat koordinasi posko yang digelar pada hari ini, Kamis (9/12), sejumlah pelayanan dasar menjadi perhatian petugas di lapangan untuk dioptimalkan. Mulai dari operasional dapur umum untuk menambah kapasitas masakan, kebutuhan toilet portabel dan ruang yang lebih nyaman untuk warga penyintas. Terkait alokasi tempat pengungsian, posko masih mengidentifikasi fasilitas pendidikan yang aman dan dapat dimanfaatkan untuk pemindahan para penyintas.
Baca juga: Relawan Terus Berjuang Evakuasi Korban meski Terkendala Cuaca Buruk dan Material Erupsi PanasSelain pengungsian, erupsi juga berdampak pada aset warga seperti rumah warga dan hewan ternak. Data sementara mencatat rumah terdampak 2.970 unit dan hewan ternak 3.026 ekor, dengan rincian sapi 764 ekor, kambing 684 dan unggas lainnya 1.578. Sementara itu, data sementara fasilitas umum (fasum) terdampak antara lain sarana pendidikan 42 unit, sarana ibadah 17, fasilitas kesehatan 1 dan jembatan rusak 1.
Data korban jiwa per Kamis (9/12) tercatat korban meninggal dunia 39 orang dan hilang 13. Petugas di lapangan masih terus melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap warga meninggal. Sedangkan mereka yang hilang, tim SAR gabungan menargetkan waktu 6 hari ke depan dengan fokus di wilayah Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan.
Baca juga: Gunung Semeru Masih Bergolak, Relawan Indonesia Care Terus Bergerak(asf)