LANGIT7.ID, Jakarta - Hari Jumat merupakan hari yang paling mulia dibandingkan dengan hari-hari lain. Salah satu keutamaan pada hari Jumat adalah perlindungan dari siksa kubur kepada muslim yang wafat pada hari Jumat.
Ustaz Khalid Basalamah mengatakan, seorang muslim yang meninggal pada hari Jumat merupakan pertanda husnul khatimah. Artinya, meninggal dalam keadaan baik.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Arti: Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr radiallahu anhu, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah kubur. (HR Tirmidzi).
Baca Juga: Shalat di Masjid Nabawi, Menag Berdoa Pandemi Segera Berakhir“Makna fitnah kubur kata sebagian ulama hadits adalah tidak lagi ditanya malaikat, karena pertanyaan ini kalau bisa jawab selamat. Kalau tak bisa jawab, celaka,” katanya dalam sebuah ceramah pada Channel Youtube Kajian Muslim dikutip Jumat (10/12/2021).
Pertanyaan yang dimaksud adalah pertanyaan seputar ketuhanan dan keimanan. Muslim yang wafat di hari Jumat, kata Ustdaz Khalid, terhindar dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Baca Juga: Ramai Diminati, Bagaimana Hukum Mengonsumsi Daging Biawak?Sementara, Buya Yahya menjelaskan, keutamaan meninggal hari Jumat adalah tanda bahwa mendapat ampunan Allah. Menurut dia, muslim yang wafat pada hari Jumat adalah orang-orang pilihan.
Namun demikian, lanjutnya, keutamaan meninggal pada hari Jumat tak lebih sebagai prasangka baik. Sebab, tidak semua orang yang meninggal di hari Jumat mendapat keutamaan dan ampunan Allah.
Baca Juga: Ini Kunci Dapatkan Rezeki Berkah Dalam Islam“Karena mungkin ada dosa yang tidak diampuni Allah, dosa kesyirikan misalnya. Sama halnya dengan orang mati dalam menuntut ilmu, itu mati syahid,” katanya dikutip Channel Youtube Buya Yahya.
“Jadi tanda, Insya Allah diampuni oleh Allah. Kita husnudzan kepadanya,” imbuh Buya Yahya.
Baca Juga: Berupaya Hijrah Bersama Istri, Fadlan Mengaku Lebih Tenang(zhd)