LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim meminta dunia pendidikan mampu menjawab permasalahan perubahan iklim. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai perubahan iklim.
Melalui gerakan Merdeka belajar, Kemendikbudristek mendukung para guru untuk menggunakan pendekatan
project based learning di dalam topik-topik dan tema
climate change. Sehingga peserta didik nantinya terlatih untuk menghadapi dan menjawab tantangan.
“Kita belajar dari melakukan berbagai macam aktivitas, sehingga cinta untuk bisa melestarikan alam, sehingga kita sebagai manusia akan terus bisa
survive, akan menjadi salah satu hal terpenting yang akan kita tinggalkan untuk generasi berikutnya,” tuturnya dikutip keterangan pers, Jumat (17/12/2021).
Baca Juga: Presidensi G20 Indonesia Dorong Tiga Agenda Sektor KesehatanUntuk itu, kata Nadiem, internalisasi isu perubahan iklim, harus menjadi prioritas dalam dunia pendidikan. “Karena merekalah anak-anak kita yang akan menghadapi dampak terburuk dari pada perubahan itu,” katanya.
Sebelumnya, Nadiem menyampaikan tahun 2021 dan 2022 merupakan salah satu momentum penting, sebab Indonesia memegang Presidensi Group of Twenty (G20). Tema recover together, recover stronger akan menandakan partisipasi aktif Indonesia dalam gerakan negara-negara di dunia.
Baca Juga: Antisipasi Varian Omicron, Kapolri Minta Vaksinasi Dipercepat“Untuk pulih dan bangkit dari pandemi ini dan dalam merencanakan strategi depan kita perlu mengambil pelajaran dalam situasi yang kita hadapi, salah satu pelajaran yang terpenting adalah menguatkan upaya membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Menteri Nadiem.
Nadiem menyebutkan, banyak sekali orang punya mispersepsi mengenai perubahan iklim. Banyak orang tidak menyadari bahwa kesulitan-kesulitan yang sudah terjadi sekarang di berbagai macam daerah, banyak sekali yang disebabkan perubahan iklim.
Perubahan iklim berdampak ke berbagai sektor, di bidang pangan, kebakaran hutan, dan ekosistem bawah laut. Saat berkunjung ke daerah, ia mendapat keluhan dari masyarakat akibat perubahan iklim.
Baca Juga: Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penipuan Investasi Alkes“Merekalah yang paling merasa, mereka punya banyak cerita-cerita di daerah. Bagaimana lingkungan yang tadinya sangat ramah dengan manusia, sekarang menjadi berbagai macam kesulitan dan tantangan karena perubahan cuaca, karena perubahan iklim. Inilah sesuatu yang harus menjadi konsen kita bersama-sama,” ujarnya.
“Dan ini harus kita sadari Ini bukan saja masalah planet, ini adalah masalah masa depan kita dan generasi berikutnya,” imbuhnya.
Nadiem juga menyebutkan, menjaga lingkungan hidup membutuhkan kesadaran yang perlu dilatih sejak usia muda. "Kita tidak punya opsi, anak-anak kita akan tumbuh dewasa dan menyadari perannya untuk mencintai alam dan mencegah kerusakan lingkungan. Apa yang kita lakukan di generasi kita dengan berbagai macam kehancuran dari sisi ikilm yang dilakukan generasi kita. Sebelumnya kita harus bisa membekali generasi berikutnya untuk bisa memecahkan berbagai ragam permasalahan di masa depan,” ujarnya.
“Upaya ini, kami terus kedepankan dan setelah pelaksanaan G20, kami akan terus menguatkan kolaborasi untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Mari kita bersama-sama mendukung Presidensi Indonesia di G20, dan terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” katanya.
Baca Juga: Kemenag Lunasi Kekurangan Tukin Guru dan Pengawas PAI(zhd)