LANGIT7.ID, Lampung - Pemerintah Kota Bandarlampung menyiagakan tenaga kesehatan (nakes) dalam pelaksanaan kegiatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34. Sebanyak 1.000 nakes disiapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada Muktamar yang berlangsung hingga tahun baru tersebut.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana. Menurutnya, para nakes tersebut akan disebar ke sejumlah titik yang berpotensi terdapat keramaian dalam kegiatan Muktamar.
"Di setiap sudut yang ada keramaian nanti di situ ada nakesnya guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena sebagai tuan rumah kita harus memberikan pelayanan yang terbaik," kata Eva, Ahad (19/12).
Baca juga:
Ali Masykur Musa: NU Siap Masuki Era Digital dan TehnokrasiEva menjelaskan dalam kegiatan Muktamar ini, pihaknya juga berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandarlampung untuk memastikan kesehatan peserta.
"Kami dan IDI tentunya bekerja sama agar semua yang datang ke sini dalam keadaan sehat. Terlebih, IDI Bandarlampung masuk ke dalam panitia kesehatannya muktamar," ujarnya.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Bandarlampung, dr Khadafi Indrawan Sp.An, mengatakan ada sejumlah posko kesehatan yang disiapkan. Diantaranya berada di UIN Radin Intan Lampung, Unila, Universitas Malahayati, serta di Enggal.
"Nanti kita siapkan nakesnya di posko-posko itu, yang mana Pemkot Bandarlampung pun telah siap membantu dengan para tenaga kesehatannya," ungkapnya.
Baca juga:
Qasidah Muktamar ke-34 NU Dirilis, Ingatkan NU Wasilah untuk Raih Ridha AllahIndrawan mengatakan dalam kegiatan ini, pihaknya akan melakukan skrining terhadap tamu dari awal pendaftaran. Sehingga mereka yang datang ke Bandarlampung benar-benar tidak membawa virus Covid-19.
"Skrining kita lakukan dari awal registrasi, karena mereka yang hadir ini kan dari luar daerah. Jangan sampai mereka masuk dengan membawa virus jadi ini adalah upaya proteksinya," tuturnya.
Lebih lanjut, Indrawan menyebut pihaknya telah menyiapkan tempat isolasi mandiri apabila nanti dalam pemeriksaan terdapat orang terkonfirmasi positif.
"Kita siapkan ruang isolasi, di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila, Rektor sudah setuju, bahkan kami pun telah berkoordinasi dengan RS swasta lainnya yang memang merawat pasien COVID-19 selama ini," imbuhnya. (Sumber: Antaranews)
(sof)