LANGIT7.ID, Jakarta - Saat ini, musik sudah menjadi bagian yang melekat dalam beberapa kegiatan seremonial. Salah satunya dalam kegiatan keagamaan, seperti Orkes Gambus, Qasidah, Nasyid, dan Marawis.
Marawis ialah salah satu jenis musik perkusi dengan unsur religi yang kental. Merawis grub musik Islam, yang biasanya terdiri dari sepuluh hingga dua puluh orang. Namun, jumlah tersebut tidak lah pasti, mengingat semakin banyak orang suaranya akan semakin ramai sehingga membuat pertunjukkan mereka jadi meriah.
Marawis ialah alat musik yang berasal dari Arab, tepatnya di Hadramaut Yaman, dan bersamaan dengan masuknya Islam ke Nusantara, baik melalui musik Gambus atau tari Zapin. Kemudian alat ini dikenal sebagai bagian dari musik Gambus. Lalu seiring perkembangan zaman, Marawis mulai memisahkan diri menjadi bentuk seni sendiri.
Baca Juga: Inthiq, Film Karya Santri Gontor Ungkap Rahasia Mahir Berbahasa AsingAlat musik yang identik dengan marawis, yakni Hajir dan Marawis (Marwas). Selain itu, ada beberapa alat yang digunakan sebagai pelengkap, yakni Simbal, Gendang Batu atau Kepra, gendang Dumbuk dan Oteka. Hajir dimainkan seperti gendang. Alat ini memiliki ukuran cukup besar, yakni berdiameter sekitar 45 centimeter dan tinggi 60-70 centimeter.
Selain itu, ia juga terbilang berat. Sementara, Marwas merupakan alat yang terbanyak dalam grup marawis. Jika anggota sepuluh biasanya alat ini berjumlah enam sampai tujuh buah. Alat ini berbentuk gendang kecil berdiameter 20 centimeter dan tinggi 19 centimeter.
Baca Juga: Luncurkan Brand Film, Carsome Rambah Pasar Offline di Asia TenggaraPendakwah Ustaz Syam Elmarusy mengatakan marawis ialah alat yang paling aman dalam Islam, dan ia satu-satunya alat yang disepakati kebolehannya.
"Jadi masalah musik itu kan istilah ulama, apakah yang diharamkan itu musiknya atau isinya, atau yang diharamkan itu adalah alatnya sendiri. Marawis itu sendiri adalah alat yang paling aman dalam Islam satu-satunya alat yang disepakati kebolehannya," ucapnya kepada
Langit7, Rabu (22/12/2021).
Baca Juga: Film Spider-Man: No Way Home Berhasil Raup Rp8,4 Miliar di Akhir PekanIa juga menambahkan alat marawis digunakan ketika menyambut Nabi SAW, saat datang dari Makkah ke Madinah.
"Tapi kalau alat marawis itu sendiri digunakan ketika menyambut Nabi SAW ketika datang dari Makkah ke Madinah disambut dengan tabuh gendang. Dan Nabi pernah mengizinkan ketika ada perayaan-perayaan seperti pernikahan bisa menggunakan alat marawis," tuturnya.
Baca Juga: Kisah Leopold Weiss, Intelektual Muslim Eks Yahudi Paling Berpengaruh di Dunia(zhd)