Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Membiasakan Anak Bangun Pagi, Langkah Awal Jadikan Anak Sukses

ahmad jilul qurani farid Rabu, 21 Juli 2021 - 08:00 WIB
Membiasakan Anak Bangun Pagi, Langkah Awal Jadikan Anak Sukses
Ilustrasi seorang Ayah membangunkan anaknya di pagi hari (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Pakar Islamic Parenting Ustadz Bendri Jaisyurrahman menyebut salah satu langkah awal menjadikan anak agar sukses di masa depan adalah dengan membiasakan anak bangun pagi. Menurutnya, perbaikan kualitas generasi berawal dari kebiasaan bangun di pagi hari.

Dalam membiasakan anak bangun pagi, peran Ayah amatlah penting. Dan hal tersebut harus dimulai pada anak di usia sedini mungkin.

“Mulailah dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Aah Wajib peduli urusan bangun pagi si buah hati,” kata Ustadz Bendri di akun instagram @ajobendri.

Menurutnya, kebiasaan bangun siang akan membuat keberkahan hidup melayang, aktivitas ruhani menjadi jarang dan perilaku menjadi buruk.

Maka untuk membangunkan anak di pagi hari, harus dimulai dengan malam yang berkualitas dimana anak tidak tidur terlalu larut. Bahkan, orang tua perlu membuat peraturan tegas, kapan harus terjaga dan kapan pulas.

Untuk membuat malam berkualitas, orang tua harus menegaskan bahwa setelah isya’ jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Dan harus dilakukan aktivitas yang menenangkan seperti membaca dan bercerita yang berkesan.

“Biasakan berbagi perasaan, mulai dari cerita aktivitas harian, evaluasi jika ada yang tak berkenan sekaligus sarana pengajaran. Tutup aktivitas malam dengan dengarkan tilawah, agar anak tidur membawa kalimat Allah pemberi Rahmah, terekam dalam memori sepanjang hayah,” tutur Ustadz Bendri.

Lalu orang tua harus buat kesepakatan dengan anak, jam berapa harus bangun. Dan harus dibicarakan seperti apa anak ingin dibangunkan. Menurutnya hal tersebut merupakan modal membangunkan anak di pagi hari.

Ketika pagi datang, bangunkan anak dengan cara yang disepakati penuh kasih sayang. Jika anak menolak, ingatkan kesepakatan semalam. Sehingga anak siap terima konsekuensi tanpa diancam.

“Bangunkan anak dengan kalimat ilahi, agar pagi diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan kiri. Bisikkan lembut, tembus ke hati,” tekan Ustadz Bendri.

Jika anak bersegera bangun, maka anak perlu diberi apresiasi. Misal dihadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Lalu orang tua jangan lupa bertanya dan berdialog sejenak misal tentang mimpi semalam. Sebab anak butuh waktu untuk transisi.

Jika anak sudah bangun, siapkan aktivitas olahraga kecil agar fisik anak bergerak dan tak kembali ke kasur.

Menurut Ustadz Bendri, pola di atas harus dijalankan minimal 2 pekan secara berturut-turut setiap harinya agar dapat menjadi kebiasaan. Sehingga anak akan bangun pagi dengan kesadaran sebab tubuh telah menyesuaikan dan terbiasa.

Jika seorang Ayah tak bisa membangunkan anak sebab harus berangkat kerja di waktu yang sangat pagi, maka peran tersebut bisa digantikan oleh Ibu agar anak tidak merasa diabaikan.

Sekali lagi, menurut Ustadz Bendri bangun pagi sejak dini begitu penting. Sebab ia merupakan awal kebiasaan baik dalam memulai hari. Tanpanya, kata Ustadz Bendri, anak akan tumbuh dewasa dengan kebiasaan tak mulia yang berakibat pada bangun pagi dan sholat subuh yang selalu tertunda.

“Terbiasa bangun pagi sedari dini itu ciri anak berprestasi, nantinya anak akan tak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang tak islami,” pungkas Ustadz Bendri.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)