LANGIT7.ID, Jakarta - Biasanya, suatu peristiwa yang dikaitkan dengan konteks tempat dan waktu dapat menarik perhatian pendengar. Apalagi dalam peristiwa itu mengandung pesan-pesan dan pelajaran.
Nasihat dengan tutur kata yang monoton akan tidak terasa variatif dan tidak mampu menarik perhatian akal. Tapi, bila nasihat itu dituangkan dalam bentuk kisah akan lebih menarik dan meraih apa yang dituju.
Demikianlah mengapa terdapat banyak kisah di dalam Alquran. Kisah-kisah dalam Alquran menjelma menjadi suatu nasihat yang mampu memengaruhi pembacanya.
Baca Juga: Keutamaan Membaca Al-Qur’an, Syafaat Saat Kiamat hingga Bisa Sederajat dengan MalaikatSecara bahasa, kisah berasal dari bahasa Arab qishshah yang berarti suatu cerita, hikayat atau riwayat. Kata tersebut berasal dati al-qish yang berarti menelusuri atsar (jejak).
Surat Al Kahfi ayat 64:
قَالَ ذٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِۖ فَارْتَدَّا عَلٰٓى اٰثَارِهِمَا قَصَصًاۙ
Arti: Dia (Musa) berkata, “Itulah (tempat) yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
Kisah dalam Alquran merupakan cerita terbaik pada zamannya yang Allah pilih dan dianggap penting untuk diketahui ummat manusia. Kisah dalam Alquran adalah sebenar-benarnya kisah, karena pasti selalu sesuai dengan kenyataan yang terjadi.
Baca Juga: Film Makmum 2, Benarkah Jin Ikut Salat Berjamaah?Surat Al Kahfi ayat 13:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ
Baca Juga: Tafsir Al-Qamar Ayat 17: Alquran Mudah Dipahami Makna dan KandungannyaArtinya: Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.
Sumber: Pengantar Studi Alquran, Syaikh Manna Al Qaththan.(zhd)