Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

5 Manfaat Treking ke Hutan, Bisa Jadi Resolusi Anti Mainstream di 2022

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 29 Desember 2021 - 10:00 WIB
5 Manfaat Treking ke Hutan, Bisa Jadi Resolusi Anti Mainstream di 2022
Hutan bisa jadi tempat untuk aktivitas sehat, seperti hiking atau treking. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Akhir tahun banyak orang berlomba-lomba untuk menyusun resolusi untuk perbaikan diri di tahun baru. Resolusi yang jadi favorit setiap orang adalah perubahan gaya hidup sehat. Baik itu dengan memperbaiki pola makan atau dengan lebih banyak aktivitas menggerakkan tubuh.

Bila Anda memiliki resolusi ingin hidup sehat di tahun depan, tak ada salahnya memasukkan agenda travelling ke hutan sebagai salah satu aktivitas. Melalui treking ke hutan, resolusi hidup lebih sehat pun akan lebih tercapai.

Berdasarkan banyak penelitian, hutan bisa meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh.

Baca juga: Fasilitas Cuci Tangan yang Baik Dorong Gaya Hidup Sehat

Menurut Strategic Partnership Manager Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) Evita Izza Dwiyanti, manusia tidak bisa hidup tanpa hutan. Karena itu dengan melakukan aktivitas ke hutan, bisa membuat manusia untuk terkoneksi kembali dengan alam.

“Jika kita melakukan kegiatan bisnis seperti biasa, tanpa memperhatikan environmental value, kelestarian hutan akan sulit tercapai. Maka, investasi pada alam harus dilakukan sesegera mungkin,” kata Evita.

Nah, untuk membangun koneksi kembali dengan hutan, Anda perlu tahu dulu manfaat yang didapat dari jalan-jalan ke hutan ini. Berikut 5 diantaranya:

1. Bisa berinteraksi dengan satwa liar

Saat jalan-jalan ke hutan dan bisa berinteraksi dengan satwa liar akan memberi kita mengenal arti respek. Seperti yang dialami Putri Indonesia 2010, Nadine Alexandra yang mengamati orangutan langsung dari habitat alaminya.

“Kalau di kebun binatang, kita sebagai manusia merasa aman karena hewannya berada dalam kurungan. Tempat tinggalnya masih di lingkungan manusia. Tapi, ketika berhadapan dengan penghuni hutan langsung di habitatnya, aku sangat menyadari aku harus menunjukkan sikap respek,” kata Nadine.

Respek yang dimaksud oleh Nadine adalah menghargai batasan yang dibuat satwa liar, karena sedang berada di lingkungan mereka. Karena itu, ketika berada dekat mereka, kita harus menjaga keheningan sebagai tanda kita menghargai mereka, menghargai ruang mereka.

“Ini pengalaman berinteraksi yang luar biasa mengagumkan dan terasa dalam. Bukan interaksi dalam pengertian bisa menyentuh atau memberi makan, melainkan melihat mereka berlaku normal di habitatnya, tanpa menghiraukan keberadaan manusia.”

Evita menambahkan, saat mengikuti jungle trek di hutan-hutan Kalimantan Barat, dan kalau sedang beruntung, Anda bisa melihat hewan-hewan yang dilindungi dari kejauhan, termasuk orangutan dan owa. Apalagi, saat musim buah.

“Di Taman Nasional Gunung Palung, traveller bisa mengamati burung-burung eksotis melalui teropong,” katanya.

2. Mengasah jiwa petualang

Di kawasan Kalimantan Barat, bahkan di satu kawasan taman nasional, Anda bisa menemukan berbagai macam tipe ekosistem hutan, mulai dari hutan mangrove, hutan gambut, hutan dataran rendah, hingga hutan pegunungan.

Karena itu, hutan di sana menawarkan berbagai macam aktivitas, mulai dari yang ringan hingga yang ekstrem. Traveller juga bisa menemukan berbagai flora yang menarik, termasuk pohon yang diameternya hingga bermeter-meter.

Evita bercerita, di Kalimantan Barat ada empat taman nasional, dua di antaranya merupakan tempat ASRI bekerja untuk melestarikan hutan bersama pemerintah, yaitu Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Keduanya memberi kesempatan menjelajah hutan kepada traveller dengan keterampilan lapangan yang masih rendah hingga yang sudah tinggi. Misalnya, untuk traveler yang belum terampil trekking di hutan bisa memilih area hutan dataran rendah yang medannya cenderung mudah.

“Di TNGP ada wisata Lubuk Baji dan Batu Bulan. Jalur trekking-nya tergolong mudah hingga medium. Aktivitas yang ditawarkan adalah jungle trek. Kalau trekking ke Lubuk Baji, traveller akan menemukan air terjun yang sangat alami. Airnya yang sangat segar bisa diminum langsung,” kata Evita.

Selain itu, di hutan Kalimantan banyak masyarakat adat yang tinggal di sekitarnya, memungkinkan Anda untuk mempelajari keragaman budaya Dayak dan Melayu. Dua etnis ini mempunyai budaya berbeda, yang menarik untuk dipelajari. Karena itu, hutan menjadi tempat yang baik untuk bermacam kegiatan, termasuk fotografi, petualangan, bird watching, dan menyelami budaya.

3. Ikut sehatkan bumi

Manusia seharusnya hidup selaras dan harmonis dengan alam. Begitu Evita menegaskan. Manusia tidak bisa sehat tanpa alam yang sehat. Ketika alam sedang sakit, maka manusia juga pasti akan terdampak.
Sebagai contoh, ketika pohon di hutan ditebangi secara tidak bertanggung jawab demi memenuhi kebutuhan manusia, musibah banjir dan longsor terjadi di mana-mana. Manusia juga yang terkena dampak negatifnya, termasuk terkena macam-macam penyakit.

Dari pengalamannya masuk hutan, Nadine mendapatkan pelajaran berharga bahwa kesehatan manusia terkait erat dengan kesehatan bumi. Insight itu semakin jelas ketika mendengar cerita dari dr. Kinari Webb, salah satu pendiri ASRI.

“Kita, kan, suka banget makan gorengan, padahal kita tahu konsumsi gorengan berlebih itu tidak sehat bagi tubuh. Di saat bersamaan, dengan sering makan gorengan, maka minyak goreng yang terbuat dari kelapa sawit akan terus diproduksi," kata Nadine.

Artinya, lahan hutan akan terus dibuka untuk perkebunan kelapa sawit demi memenuhi tuntutan manusia. Dengan mengurangi makan gorengan, tubuh jadi sehat, hutan sehat, bumi juga sehat.

4. Meningkatkan kesehatan fisik

Hutan tak pernah berhenti menyediakan oksigen, yang menjadi faktor penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Ketika kita tidak menjaga hutan hingga kemudian terjadi kebakaran, manusia yang hidup di sekitarnya pasti merugi.

Mereka tidak bisa mendapatkan bahan makanan gratis dari hutan. Bahkan, orang yang hidup jauh dari lokasi kebakaran pun akan terdampak, misalnya mengalami gangguan kesehatan paru-paru.

Banyak studi menunjukkan bahwa bermain ke hutan akan membantu memperbaiki kondisi kesehatan, antara lain menormalkan tekanan darah, memperbaiki metabolisme, menurunkan tingkat gula darah, juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Demi kesehatan mental

Bagi Nadine yang tinggal di hutan beton Jakarta, main ke hutan menjadi sebuah proses recharge yang membuatnya kembali segar. Ia merasakan, kehidupan mentalnya terpengaruh oleh kondisi perkotaan, termasuk polusi udara dan polusi suara. Pikirannya jadi cepat penat.

“Ketika ke hutan, kebisingan kota itu digantikan dengan suara serangga, suara hujan, suara angin. Aku bisa merasakan perbedaan besar dalam pikiranku. Hanya dengan menghabiskan waktu selama beberapa hari di hutan, aku seperti baru di-recharge. Aku merasakan sendiri hutan bisa membantu memulihkan kondisi mental,” katanya.

Saat berada di kota, bagi Nadine, semua terlihat penting, sehingga dia jadi stres. Namun, di belantara hutan ia justru bisa menyadari hal yang benar-benar penting dalam hidup. Inilah kenapa dia berharap bisa mengajak teman-temannya agar mereka merasakan hal yang sama.

Baca juga: Ingin Panjang Usia dan Sehat seperti Mahathir Mohammad? Patuhi Pola Hidup Sehat Ini

Menurut Evita, forest bathing mampu menghilangkan stres. Forest bathing, yaitu memanfaatkan seluruh panca indra saat berada di hutan, bisa membantu menghilangkan stres.

“Ini membuktikan bahwa kita tidak bisa hidup tanpa hutan yang lestari. Stres yang mereda juga menunjukkan bahwa ketika kita kembali ke alam, kita merasa seperti pulang ke rumah dan merasa nyaman,” kata Evita.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)