LANGIT7.ID, Jakarta - Alquran tidak hanya mengandung petunjuk hidup, tapi juga membaca Alquran merupakan ibadah. Bahkan, mendengarkan orang lain membaca Alquran juga bernilai ibadah.
Dalam mendengarkan bacaan Alquran, terkadang kita mendengar orang membaca Alquran dengan lambat, sedang dan ada juga yang membacanya dengan cepat. Hal itu termasuk ke dalam tingkatan membaca Alquran.
Dalam ilmu membaca Alquran, terdapat empat tingkatan membaca Alquran yakni tahqiq, tartil, tanwir, dan hadr. Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Ibarat Terminal, Ini Makna Pergantian Tahun Menurut Ketua Umum MUI1. Tahqiq Tahqiq merupakan tingkatan paling paling awal membaca Alquran, biasanya dibacakan dengan tempo yang lambat karena masih dalam tahapan mempelajari bacaan Alquran, hal ini baik agar tepat hukum bacaannya baik tajwid maupun makharijul hurufnya.
2. TartilTartil merupakan tingkatan membaca Al-Quran selanjutnya. Membaca Alquran dengan tartil berarti membaca dengan tenang dan jelas. Setiap ayat yang dibaca tepat dalam hukum tajwid dan makhorijul hurufnya. Selain itu, membaca dengan tartil berarti meresapi makna dari setiap ayat yang dibaca.
3. TadwirBacaan tadwir berada di tengah-tengah, tidak terlalu pelan dan juga tidak terlalu cepat. Biasanya bacaan tadwid diaplikasikan oleh imam pada shalat berjamaah, dalam membaca mad munfasil misalnya, tidak lebih dari enam harakat.
Baca Juga: 4 Manfaat Mempelajari Alquran Menurut Syekh Ali Jaber4. HadrHadr merupakan tingkatan membaca Alquran paling cepat, namun tetap memperhatikan hukum tajwid dan makharijul hurufnya. Tingkatan hadr biasanya dilakukan oleh para penghafal Alqurann untuk muraja'ah atau mengulang-ulangi hafalan Alquran, agar dapat mengulangi hafalannya dengan cepat.
Dari keempat tingkatan tersebut, menurut jumhur ulama yang paling afdal atau lebih utama adalah tingkatan tartil. Sebagaimana Firman Allah dalam Alquran, "Dan bacalah Alquran itu dengan tartil." (QS. Al Muzzammil: 4).
Baca Juga:Tahun Depan, Pemprov Jateng Naikkan Anggaran Bagi Penghafal Alquran Membaca Alquran dengan tartil memungkinkan seseorang dapat mentadaburi kandungan Alquran. Selain itu dengan membaca secara tenang dan merdu akan meresap ke dalam hati berdampak pada ketenangan batin.
(zhd)