LANGIT7.ID - Dik Doank atau Raden Rizki Mulyawan Kertanegara merupakan penyanyi kenamaan tahun 90-an. Lama menghilang dari layar kaca, Dik Doank memilih jalan menjadi seorang pendidik yang kental nuansa spiritual dan sufistik.
Dalam beberapa kesempatan, Dik Doank pernah membersamai dan berguru kepada Mursyid Tarekat Naqsabandiyah asal Amerika Serikat Syaikh Hisham Kabbani.
Menariknya, Dik Doank mengaku khilaf atas kehidupan masa lalunya karena menjadi terkenal. Ia merasa lupa akan janjinya kepada Allah untuk mengajak orang untuk kebaikan. Namun, yang terjadi Dik Doank merasa tidak memenuhi apa yang diutarakannya kepada Sang Pencipta.
“Sebenarnya saya masuk dunia artis, karena doa. Dulu saya bilang, Ya Alloh, buatlah saya terkenal, karena dengan itu saya bisa mengajak orang untuk kebaikan. Yang terjadi malah sebaliknya,” kata pemilik Kandank Jurank Doank ini.
Perlahan, Dik Doank mulai meninggalkan dunia yang menaikkan namanya. Ia berkomitmen ingin menjadi mukmin sejati dan bisa meneladani Nabi Muhammad SAW.
“Saya ingin meneladani kehidupan beliau,” katanya.
Ia juga menyadari bahwa ia sudah tidak muda lagi dan ada banyak yang diurusi ketimbang menjadi populer. Apalagi menurut dia, dunia hiburan sudah banyak berubah. Seperti aquarium, terlihat indah di luar, tapi sebaliknya tidak membuat hidup kita tenang.
“Nggak ada orang menyadari ada kesunyian dan ketenangan di balik kehidupan ini. Di situlah aku mengenal kesejatian hidup,” curhat pengoleksi motor antik ini.
Berdakwah Melalui SeniPenyanyi yang terkenal dengan kritik sosial ini mengaku sebetulnya ia tidak mempunyai ilmu agama seperti yang lainnya. Namun, ia merasa dengan kemampuannya melalui seni bisa mengajak orang untuk kebaikan.
“Saya nggak punya ilmu apa-apa. Bukan seorang hafiz, melainkan seorang seniman. Melalui seni ini, saya ingin berdakwah,” kata penyanyi yang sukses membawakan lagu Jangan Takut.
Melalui seni tersebut, ia mendirikan Kandank Jurank Doank. Sebelumnya, tempat ini merupakan sekolah bertema alam sebagai kepedulian terhadap anak-anak yang tidak berkesempatan memiliki pendidikan yang layak.
Namun, dalam perkembangannya Kandank Jurank Doank tidak hanya untuk sebagai sekolah alam, tapi juga tempat ia berdakwah. Dalam akun instagramnya @dd_dikdoank sering mengundang tokoh dan ulama untuk tausiyah dan diskusi mengenai agama Islam.
Meski sudah meninggalkan panggung hiburan, Dik Doank masih tetap bernyanyi, bahkan membuat grup band religi beranama, Go’a band.
Sudah Berbuat Baik Sebelum HijrahDik Doank sebelum hijrah sering mengkritik melalui lagu. Meski tidak seterkenal lagu Iwan Fals, lagu-lagu Jangan Takut pernah menjadi hits di Indonesia.
Selain mengkritik, ia juga memberikan solusi kepada pemerintah terkait pendidikan anak kurang mampu. Seperti mendirikan "Kandank Jurangk Doank". Sekolah bertema alam ini didirikan di tempat tinggalnya, di kawasan Jurangmangu, Ciputat, Tangerang.
Tahun 2004, Dik Doank mendirikan Yayasan Dik Doank yang menaungi sekolah yang memperkenalkan pendidikan dan mengembangkan bakat anak-anak. Dua tahun kemudian, ia pensiun dari dunia hiburan dan aktif mengajar Kandank Jurank Doank miliknya.
(jqf)