Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Jangan Berlebihan, Sanjungan Juga Bisa Berdampak Negatif

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 05 Januari 2022 - 17:57 WIB
Jangan Berlebihan, Sanjungan Juga Bisa Berdampak Negatif
Anak yang tersenyum saat dipuji sang ibu. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sanjungan orang tua untuk anak yang berbuat baik memiliki manfaat dalam pembentukan karakternya. Di samping itu, pujian juga jadi bentuk komunikasi antara orang tua dan anak.

Namun, agar tidak menimbulkan dampak negatif, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua saat memberi sanjungan. Psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo memberi beberapa tips bagi orang tua saat memberi pujian.

Baca juga: Jangan Diteruskan, Helicopter Parenting Bisa Merugikan Anak

“Sering ditanyakan orang tua, nanti anaknya besar kepala kalau dipuji terus-terusan atau nanti dia tidak mau terpacu untuk mencapai yang lebih baik lagi. Memuji itu memang ada tekniknya sendiri. Sebenarnya memuji itu bukan sesuatu yang simpel, bukan sesuatu yang gampang,” kata Vera seperti dikutip dari Antaranews, Rabu (5/1/2022).

Vera menambahkan, pujian yang baik seharusnya diucapkan secara spesifik atau langsung mengarah pada proses di balik keberhasilan yang anak capai.

“Kita tidak secara general bilang ‘hebat’ atau apa. Itu mungkin kalau terlalu berulang kali, dia akan merasa dirinya memang anak paling hebat dan pintar di dunia ini, tetapi begitu keluar rumah dan bertemu sedikit kesulitan jadi gampang rapuh,” ujarnya.

Anda bisa mengganti kalimat pujian tersebut dengan memberi alasan kenapa anak mendapat validasi eksternal tadi. Misalnya seperti, ‘Mama bangga kamu bisa bangun tidur di pagi hari sendiri tanpa dibangunkan’, kata Vera, akan jauh lebih baik dan bisa berdampak positif pada anak.

Meski anak sudah beranjak remaja, pujian tetap dibukan sebagai bentuk apresiasi yang diberikan lingkungan sekitar. Dengan begitu, bisa menumbuhkan motivasi pada diri anak.

“Pujian masih dibutuhkan untuk mereka. Makanya mungkin ada anak-anak yang akan semangat belajarnya kalau dijanjikan reward tertentu,” tuturnya.

Namun demikian, Vera mengingatkan agar orang tua juga tetap membantu untuk menumbuhkan dan mengembangkan validasi internal pada diri sang anak.

Validasi internal merupakan perasaan bangga dan semangat yang muncul melalui kesadaran di dalam dirinya sendiri tanpa harus dipicu oleh pujian orang lain. Validasi ini, kata Vera, biasanya baru berkembang pada usia remaja akhir sekitar 16 hingga 18 tahun.

Baca juga: Parenting yang Baik untuk Ibu, Komunitas Ini Berbagi Cara Asuh Anak

Sebagai contoh, kalimat seperti, ‘Wah kamu hebat sudah bisa lebih bagus nilainya, kamu pasti bangga dengan diri kamu sendiri sudah bisa berusaha semaksimal mungkin’ atau ‘Kamu pasti bangga dengan diri kamu sendiri karena bisa bangun tidur tanpa dibangunkan’, menurut Vera, merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan validasi internal.

“Sehingga dia akan menyadari dirinya sendiri, ‘Ternyata aku tidak perlu melakukan ini untuk dapat pujian dari orang karena itu membuat aku sendiri merasa senang atau bahagia terhadap apa yang aku lakukan’,” ujar Vera.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)