Langit7, Jakarta - Kajian Kementerian PPN/Bappenas mengungkapkan, Indonesia masih memerlukan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 6 persen per tahun agar bisa keluar dari jebakan negara pendapatan menengah (
middle income trap), sebelum 2045.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, salah satu kunci menggenjot pertumbuhan ekonomi 6 persen per tahun adalah dengan peningkatan produktivitas.
Kendati demikian, tingkat produktivitas ekonomi Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN.
“Pertumbuhan di lima persen tidak cukup bagi Indonesia untuk menjadi negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi,” kata dia di webinar internasional:
Building A Good-Jobs Economy Through Productivity-Led Structural Transformation, Selasa (11/1).
Baca juga: Prospek Filantropi Islam pada 2022 Diprediksi Semakin CerahSelain itu, lanjut dia, Indonesia juga perlu menemukan sumber daya dan sektor yang mampu mendukung pertumbuhan produktivitas ekonomi.
Namun, saat ini tantangan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi cukup besar. Amalia menyoroti, industrialisasi yang kerap menjadi motor utama pertumbuhan, kinj semakin loyo dalam mendorong transformasi struktural.
Sementara itu, Guru Besar Harvard University, Dani Rodrik menilai, daya serap tenaga kerja di sektor industri sudah berkurang di hampir semua negara berkembang. Untuk itu, diperlukan model pembangunan baru yang sesuai dengan situasi saat ini.
“Strategi pertumbuhan ekonomi itu harus berfokus pada penciptaan pekerjaan berkualitas, salah satunya melalui
goods-job development,” ungkapnya.
Baca juga: MotoGP Indonesia 2022, Sandiaga: Dukung Kebangkitan EkonomiModel ini, kata Rodrik, berfokus pada peningkatan kualitas pekerjaan di sektor kecil dan menengah, menghubungkan kebijakan pelatihan dengan industri, subsidi upah, serta pelayanan usaha yang fleksibel.
Mendukung pernyataan itu, Guru Besar Cape Town University, Haroon Bhorat menyampaikan pentingnya dukungan terhadap perusahaan mikro dan perusahaan yang tidak memiliki akses infrastruktur terhadap fasilitas dasar penyimpanan dan logistik.
"Sektor jasa juga perlu dioptimalkan perannya dalam transformasi struktural, melalui peningkatan keahlian dari para pekerja di sektor tersebut," tambahnya.
Baca juga: Maksimalkan Teknologi, UMKM Lokal Ini Ajak Masyarakat Sayangi Bumi(zul)