Tingkat literasi Indonesia berada di ranking 62 di antara 70 negara, sangat rendah. Semestinya kita bisa meneladani Buya Hamka yang cinta membaca sejak dini, menulis buku best seller di usia 20 tahun dan menulis puluhan karya termasuk kitab tafsir Al-Qur'an yang dijadikan banyak rujukan.
Hamka belajar banyak hal dari pertemuan tersebut, terutama perjuangan Bangsa Indonesia untuk merdeka. Dua tokoh itu pun menjadi sahabat seperjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Menurut Pengajar Filsafat Rocky Gerung, Hamka adalah simbol moral untuk mengevaluasi bangsa, Pemikiran, integritas dan karyanya yang bermuara dari tauhid menjadi cerminan untuk memperbaiki keadaan bangsa Indonesia hari ini.
Desa Wisata Sungai Batang mampu menjadi daya ungkit kebangkitan sektor parekraf di Sumbar. Desa ini diharapkan dapat memberikan dampak pada pengembangan ekonomi masyarakat yang berkeadilan.
Rektor INAIFAS Jember, Gus Rijal Mumazziq Z, M.HI mengatakan Indonesia tak hanya menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun di negeri ini, juga kaya sumber daya manusia yakni hidup ribuan ulama dengan kapasitas keilmuan yang tak bisa diremehkan.
Presiden Pertama RI Ir Soekarno dikenal sebagai tokoh nasionalis, tak banyak yang tahu bahwa ia ternyata juga seorang santri. Bahkan inspirasi penyusunan Pancasila bersumber dari para Ulama Guru Soekarno.
Pesantren Al-Hamdaniyyah yang terletak di Desa Siwalanpanji Sidoarjo adalah Pesantren tertua di Jawa Timur tempat KH Hasyim Asy'ari hingga KH Ahmad Sahal pernah nyantri.
Cucu pendiri Gontor Husnan Bey Fananie menceritakan bahwa Presiden pertama RI Ir Soekarno pernah belajar Islam kepada kakeknya KH Zainuddin Fananie saat berada di Bengkulu.