Yandri mengungkapkan bahwa Muhammadiyah telah menghasilkan banyak program keumatan dalam berbagai dimensi kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, serta pembinaan keagamaan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Subhi menuturkan terutama ketika memasuki perkampungan Kauman yang dikatakan mirip labirin, bagi beberapa orang yang mungkin tidak begitu menguasai atau tidak memegang GPS bisa saja tersesat di dalamnya.
Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin, menilai visi Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah sejalan dengan visi Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Haedar mendapatkan suara terbanyak, disusul Muti pada posisi kedua. Haedar dan Mu'ti sebelumnya menjabat Ketua Umum dan Sekretais PP Muhammadiyah periode 2015-2020.
Terobosan e-voting Muhammadiyah menurutnya layak untuk dicontoh dan digunakan oleh berbagai organisasi masyarakat lain, termasuk lembaga negara seperti Komisi Pemilihan Umum.
Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912, sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) oleh KH Hasyim Asy'ari baru berdiri sejak 31 Januari 1926.
Keraton Surakarta Hadiningrat atau yang lebih dikenal Keraton Solo merupakan warisan budaya peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang cocok untuk eduwisata.
Haedar Nashir terpilih kembali dan ditetapkan sebagai ketua umum periode 2022-2027. Keputusan ini berdasarkan hasil musyawarah 13 anggota PP Muhammadiyah.
Sidang Pleno IV Muktamar Aisyiyah yang berlangsung Sabtu (19/11/2022) sejak pukul 19.30 hingga 22.00 telah menghasilkan tujuh (7) nama formatur pemilihan anggota Pimpinan Pusat Aisyiyah Periode 2022-2027.
2519 peserta Muktamar ke-48 Muhammadiyah akhirnya selesai memilih melalui e-voting Anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (19/11/2022) pukul 23.45 WIB.
Muktamar ke-48 Muhammadiyah berlangsung adem tanpa gesekan. Hal itu tampak dari jalannya persidangan hingga proses pemilihan anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Para pemilih akan memilih 39 calon anggota PP Muhammadiyah dan kemudian akan dikerucutkan menjadi 13 nama. Mereka yang terpilih nantinya akan bermusyawarah untuk menetapkan Ketua Umum berikut pengurus PP Muhammadiyah.
Meski Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang mengandalkan kualitas dan bukan kuantitas, Haedar Nashir mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk terus memperkuat basis di akar rumput.