Dari masjid, kata Zainut, juga muncul para sahabat yang menjadi pendakwah besar ke berbagai belahan dunia. Di antaranya, Abu Hurairah, Salman al Farizi, Bilal bin Rabbah, dan para sahabat lainnya. Karena itulah, sangat penting bagi pengurus untuk memerkuat peran masjid, terutama di era saat ini.
Zainut berharap, seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan event keagamaan tingkat nasional dua tahunan itu mampu bekerja sama dan bersinergi dengan baik.
Menurut dia, ideologisasi bangsa ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui satuan pendidikan. Sehingga, semestinya tidak perlu terjadi adanya satuan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai yang kontraproduktif dengan ideologi kebangsaannya.
Ia mengatakan, di dalam internal umat Islam saja punya banyak perbedaan, baik perbedaan mazhab-nya, organisasinya, bahkan pilihan politiknya. Perbedaan-perbedaan itu diperbolehkan selama tidak menyinggung permasalahan pokok atau ushul agama.
Sebagai salah satu Naib Amirul Hajj pada penyelenggaraan haji tahun ini, Zainut meminta agar para jamaah turut memperhatikan penyakit bawaan atau penyakit yang selama ini menjadi keluhan mereka.
Zainut berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pelaku usaha. Dia meminta pengusaha dalam melaksanakan bisnisnya tetap mengindahkan nilai-nilai kesakralan agama.
Isu kemiskinan dan penguatan akidah umat perlu mendapat perhatian serius dari organisasi Islam melalui dakwah yang menyejukkan dan membebaskan umat dari kemiskinan, keterbelakangan, dan perpecahan.