Konsep ini sering dicontohkan oleh manusia terbaik, Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan dakwahnya, salah satunya adalah peristiwa penolakan dakwah di Thaif.
Peran perempuan yang dimuliakan dalam Islam, tidak bisa disamakan dengan konsep women liberation Barat. Hal tersebut justru akan menodai jati diri perempuan.
Menurut dia, hal tersebut merupakan hak setiap orang untuk memiliki persepsi. Serta juga tidak ada yang bisa menghalangi ataupun membatasi mereka untuk mempengaruhi persepsi dan opini publik di ruang digital.
Dia menilai, pembangunan di Indonesia sendiri banyak yang membangun masjid tanpa konsep dan perencanaan yang matang. Terlebih dengan kemampuan sumber dana yang minim atau terbatas.
Dari masjid, kata Zainut, juga muncul para sahabat yang menjadi pendakwah besar ke berbagai belahan dunia. Di antaranya, Abu Hurairah, Salman al Farizi, Bilal bin Rabbah, dan para sahabat lainnya. Karena itulah, sangat penting bagi pengurus untuk memerkuat peran masjid, terutama di era saat ini.
Zainut berharap, seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan event keagamaan tingkat nasional dua tahunan itu mampu bekerja sama dan bersinergi dengan baik.
Menurut dia, ideologisasi bangsa ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui satuan pendidikan. Sehingga, semestinya tidak perlu terjadi adanya satuan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai yang kontraproduktif dengan ideologi kebangsaannya.
Ia mengatakan, di dalam internal umat Islam saja punya banyak perbedaan, baik perbedaan mazhab-nya, organisasinya, bahkan pilihan politiknya. Perbedaan-perbedaan itu diperbolehkan selama tidak menyinggung permasalahan pokok atau ushul agama.