Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan 'fi qulubihim maradun' artinya penyakit dalam masalah agama, bukan penyakit pada tubuh. Mereka yang mempunyai penyakit ini adalah orang-orang munafik.
Orang di sekitar yang melihat kalian dipermalukan namun tidak membalas, maka orang-orang tersebut akan menilai kalian sebagai orang baik. Itu merupakan kuasa Allah SWT.
Ketentraman dan ketenangan tidak bisa diukur secara materi, karena merupakan perbuatan hati. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, mengatakan, ketenangan hati hanya bisa didapatkan dengan senantiasa mengingat Allah Ta'ala.
Habib Luthfi bin Yahya mengatakan, ruh yang berada dalam diri manusia dapat memengaruhi hati. Jika manusia beriman kepada Allah, maka ruh akan menuntun hati ke jalan yang lurus.
Ustaz Lufthi menuturkan, perkara sabar tertulis dalam Al-Qur'an yang seharusnya sabar itu menjadi obat penyakit hati. Pada dasarnya, Allah menurunkan ketentuan dan mustahil tidak bisa diamalkan oleh hamba-Nya.
Pendiri Gerakan Pemuda Hijrah, Ustaz Hanan Attaki mengatakan ada perbedaan antara kata hati dan bisikan setan. Hal tersebut bergantung pada tingkat keimanan dan pemahaman agama seseorang yang terletak pada hati manusia.
Seorang umat muslim yang beriman dan taat akan perintah Allah memiliki ciri hati yang lembut, karena hati yang lembut akan menimbulkan segala tutur kata serta sifat yang baik. Hal tersebut merupakan cerminan keindahaan agama Islam.
Allah Swt memberi tahu dalam surat Adh-Dhuha ayat empat hingga ayat 11 bahwa Rasulullah saw pernah mengalami fase-fase berat dalam hidup yang mesti dijalaninya selama bertahun-tahun dalam kehidupannya.
Tazkiyatun nafs adalah bekal utama untuk menjadi orang yang bahagia. Orang yang mulia. Orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Takwa merupakan sebaik-baik bekal. Berbekallah dengan takwa karena sebaik-baik bekal adalah takwa.
Tidak ada siapapun di dunia ini ini pantas disembah. Kita menghambakan diri dengan tawakal hanya kepada Allah. Di sini Allah mengajarkan manusia untuk mensucikan jiwa kita dengan satu kalimat dalam Alquran: Tauhid.
Seorang muslim yang merasakan kesedihan mendalam dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Nah, berikut ini beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat merasakan kesedihan.