LANGIT7.ID, Jakarta - Hati yang keras bisa menjerumuskan seseorang menuju kemusyrikan. Kaum muslimin wajib memperkuat iman dengan rutin beribadah serta memperdalam ilmu agama. Hati yang keras diakibatkan karena seorang muslim jauh dari Allah azza wa jalla.
Seorang umat muslim yang beriman dan taat akan perintah Allah memiliki ciri hati yang lembut, karena hati yang lembut akan menimbulkan segala tutur kata serta sifat yang baik. Hal tersebut merupakan cerminan keindahaan agama Islam.
Terkait hati yang keras, Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 74:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya: Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
Baca Juga: Tafsir Surah Al Maun tentang Salat, Yuk Perbaiki Kualitas IbadahSyaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsir as-Sa'di menjelaskan, hati yang keras membuat nasihat kepada seorang mukmin tidak berpengaruh. Hati tersebut dikeraskan Allah seperti batu bahkan melebih kerasnya besi.
Hal tersebut memiliki makna bahwa hati yang keras seperti batu lebih keras daripada besi dan timah apabila dibakar dalam api akan meleleh. Allah menurunkan ayat ayat-ayat Al-Qur'an sebagai suatu yang tidak boleh diragukan. Sejatinya Allah adalah Dzat pembimbing.
Selaras, Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz menjelaskan, hati yang mengeras bagaikan batu menolak akan adanya kebenaran. Dan Allah menurunkan surat-surat Al-Qur'an untuk dipelajari hamba-Nya agar hati yang mengeras dapat menjadi lembut kembali. Allah Maha Memperhatikan setiap amal perbuatan hamba-Nya hingga hari akhir.
Melihat tafsir dari kedua mufassir di atas, sebagai kaum mukmin kita wajib memperkuat iman dan mengamalkan isi ayat-ayat Al-Qur'an agar hati kita tidak mengeras seperti batu dan dilembutkan Allah SWT. Semoga Allah memberi taufik-Nya kepada kita agar dijauhkan dari hati yang keras seperti batu.
Baca Juga: Perseteruan Pesulap Merah dan Samsudin, Antara Dakwah dan Syirik(zhd)