Selain prosesi tersebut, Mamdani juga akan menjalani pelantikan lanjutan di Balai Kota New York pada hari pertama tahun baru. Di acara tersebut, Mamdani akan menggunakan Al-Qur'an ketiga yang sarat dengan nilai sejarah.
Al-Quran hadir sebagai navigasi di tengah kegagalan sains dan filsafat mendefinisikan jati diri. Wahyu menjembatani dimensi tanah dan ruh guna memulihkan martabat manusia sebagai khalifah.
Al-Quran hadir sebagai kompas bagi manusia modern yang terasing oleh materialisme. Wahyu menjembatani dimensi tanah dan ruh, menawarkan arah di tengah kegagalan sains memahami hakikat batin manusia.
Dari teori jagat mengembang hingga rahasia klorofil, Al-Quran membuktikan diri tidak bertentangan dengan sains. Quraish Shihab membedah bagaimana wahyu menjadi inspirasi riset masa depan.
Sains modern kerap terjebak pada dunia materi. Quraish Shihab menawarkan rekonstruksi ilmu lewat Al-Quran yang menyatukan fakta empiris dengan realitas metafisika demi kebahagiaan manusia.
Di tengah laju sains modern, Al-Quran tetap menuntut pembacaan rasional. Bukan dengan membenarkan teori ilmiah, melainkan dengan dialog kritis antara wahyu, akal, dan pengalaman manusia.
Al-Quran sering diminta menjawab semua persoalan manusia. Padahal, ia diturunkan sebagai kitab hidayah: penuntun akidah, hukum, dan akhlak demi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
Al-Quran kerap diseret ke gelanggang sains modern. Padahal, wahyu tidak diturunkan untuk menjelaskan teori ilmiah, melainkan menuntun manusia membaca semesta sebagai tanda kebesaran Tuhan.
Upaya membenarkan teori ilmiah dengan ayat Al-Quran kerap berujung sesat. Tafsir ilmiah berkembang, tetapi ketika wahyu dipaksa mengikuti sains yang sementara, iman justru dipertaruhkan.
Al-Quran membangun cara berpikir manusia secara bertahap: dari ketergantungan pada figur, menuju penilaian rasional dan objektif. Di sanalah fondasi peradaban ilmu pengetahuan Islam diletakkan.
Al-Quran kerap dibaca sebagai kitab sains. Padahal para pemikir Muslim menempatkannya sebagai pembentuk etika dan iklim pengetahuan. Di sanalah letak relevansi ilmiahnya yang paling mendasar.