Al-Quran tidak sekadar teks keagamaan, tetapi juga memuat fondasi ilmu dan filsafat manusia. Melalui tujuan, cara, dan pembuktiannya, kitab suci ini memberikan petunjuk bagi peradaban.
Filsafat Islam tak lahir dari ruang hampa. Neoplatonisme, ajaran filsuf pagan Plotinus, ikut membentuk kosmologi dan metafisika Muslim, sekaligus memicu perdebatan serius dengan doktrin wahyu.
Filsafat Islam tumbuh dari perjumpaan panjang dengan warisan Yunani. Di balik hormat besar pada Aristoteles, yang hidup justru Aristotelianismeajaran yang telah ditafsir, disaring, dan diolah ulang lintas zaman.
Filsafat Islam lahir dari dialog rumit antara wahyu dan rasio. Aristotelianisme dan Neoplatonisme tidak ditelan mentah, tetapi diolah ulang hingga melahirkan tradisi kalam dan filsafat yang orisinal dan berpengaruh global.
Quraish Shihab menjelaskan, tidak sedikit ayat Al-Quran yang berbicara tentang manusia bahkan manusia adalah makhluk pertama yang telah disebut dua kali dalam rangkaian Wahyu Pertama (QS 96:1-5).
Kepala Pusat Studi Islamisasi Sains Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Dr. Wido Supraha, menjelaskan, Islam memiliki ajaran terperinci yang menjabarkan prinsip, sehingga selalu kontekstual termasuk dalam urusan bernegara.
Cendekiawan muslim Ulil Abshar Abdalla mengatakan filsafat Islam dapat membentuk insan kamil. Dia mengkritik cara pandang filsafat barat yang meminggirkan unsur ketuhanan.