LANGIT7.ID, Jakarta - Cendekiawan muslim Ulil Abshar Abdalla mengatakan filsafat Islam dapat membentuk insan kamil. Dia mengkritik cara pandang filsafat barat yang meminggirkan unsur ketuhanan.
Menurutnya, teori filsafat modern menceraikan antara ontologi dan Tuhan, yang merupakan dasar dari pandangan filsafat perenial. Perkembangan filsafat modern cenderung mengarah pada post metafisis, di mana hanya realitas material sebagai satu-satunya realitas yang ada.
“Dalam tradisi filsafat Islam klasik,
belajar filsafat tidak hanya bertujuan untuk memahami filsafat secara teoritis, tapi juga untuk mengaplikasikan filsafat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya dalam sebuah ceramah di Universitas Paramadina November silam.
Baca juga: Felix Siauw Jelaskan Definisi Muslim ke Daniel Mananta: Menjaga Lisan Sehingga filsafat diharapkan dapat menciptakan manusia yang etis dan membangun masyarakat yang bermoral. Tujuan tersebut tidak terdapat pada filsafat modern yang cenderung ateistik.
Filsafat modern yang ateistik tidak dapat menciptakan insan kamil. Insan kamil maksudnya manusia yang mampu menalar secara teoritis dan merefleksikan tindakannya dalam bermasyarakat.
“Dalam masyarakat modern dalam iklim demokrasi, segala hal diukur dengan banyaknya massa, sehingga hal-hal yang viral dianggap baik. Namun, dalam pandangan perenial, hal tersebut justru merupakan pertanda buruk,” kata Gus Ulil.
Baca juga: Fadhlina Sidek, Muslimah Pertama Jadi Menteri Pendidikan Malaysia Menurutnya, viralitas mencerminkan bahwa kebanyakan orang tidak reflektif. Inilah yang menurutnya menjadi gaya berpikir yang dominan di kalangan anak muda saat ini.
(sof)