Tragedi terbunuhnya Utsman bin Affan bukan sekadar gejolak politik biasa. Sejarah mencatat keterlibatan Abdullah bin Saba, sang penyusup yang merancang disintegrasi umat dari dalam jantung kekuasaan Islam.
Kisah lahirnya armada laut pertama dalam sejarah Islam bukan sekadar catatan militer. Ia adalah momentum perubahan strategi, politik, dan imajinasi bangsa Arab ketika kekuasaan maritim Rumawi mulai runtuh.
Di perbatasan Persia, Azerbaijan menjadi ujian pertama bagi Khalifah Utsman. Pembangkangan pajak, kekosongan garnisun, dan bayangan fitnah memaksa pusat kekuasaan bertindak cepat.
Peristiwa menyedihkan dalam sejarah Islam yang sering dinamakan al-Fitnat al-Kubra merupakan pangkal pertumbuhan masyarakat (dan agama) Islam di berbagai bidang, khususnya bidang-bidang politik, sosial dan paham keagamaan
Pengasingan Abu Dzar Al-Ghifari ke Rabzah bukan sekadar kisah klasik perseteruan politik dan moralitas. Ia adalah pertarungan sunyi antara kekuasaan dan suara kebenaran yang tak pernah berhenti menggema.
Meskipun Utsman bin Affan sudah berusaha menggantinya dengan sesuatu yang lebih besar, Rasulullah SAW tetap menegaskan bahwa pahala zakat fitrah tidak bisa tergantikan dengan amal lain.
Gerakan oposisi yang masif membuat Khalifah Utsman bin Affan patah arang. Ia mengeluh: Aku rendahkan bahuku dan aku tahan tangan dan lidahku dari menyakiti kalian, tapi kalian jadi berani dan bersikap lancang kepadaku!