Kyai Ahbab menuturkan bahwa eratnya ukhuwah para ulama dicontohkan oleh almaghfurlah KH Noer Alie dengan allahu yarham Mohammad Natsir. Meskipun keduanya memiliki perbedaan dalam hal ubudiyah, namun dapat berjuang dengan visi, misi, dan tujuan yang sama.
Sebuah kado spesial di usia ke-55 ini, Dewan Dawah akan menggelar Rakornas di Sumatera Barat, di daerah kelahiran sang pendiri, Buya Mohammad Natsir. Pilihan tempat Rakornas ini tentu memiliki makna tersendiri.
Ukhuwah Islamiyah merupakan program besar Rasulullah setelah membangun masjid. Rasulullah mempersaudarakan kelompok muhajirin dengan anshar dalap peristiwa hijrah ke Madinah.
Perjuangan dakwah di Indonesia tak dapat dilepaskan dari peranan Partai Masyumi dan para tokoh di dalamnya seperti Mohammad Natsir, KH Hasyim Asyari, Ki Bagus Hadikusumo, dan Syafrudin Prawiranegara.
Ketua Dewan Da'wah Kabupaten Bekasi KH Ahbab Akhfasy mengatakan bahwa da'wah merupakan proses yang panjang dan berkepanjangan. Dakwah harus memiliki bekal intelektual dan spiritual yang baik.
Kegiatan ini merupakan program kaderisasi yang dilatarbelakangi kebutuhan generasi muda dalam menghadapi dinamika pemikiran yang bertentangan dan jauh dari nilai-nilai Islam.
Banyak tokoh Islam yang berjuang melawan penjajahan Belanda dengan cara mendirikan pesantren, seperti yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Al-Makassari, Syaikh Abdul Samad Al-Palimbani, dan lainnya.
Menurut Ketua DDII Dr Adian Husaini, pesantren bukan hanya sekadar lembaga pendidikan yang bersifat biasa-biasa saja. Pesantren dilahirkan dalam rangka perjuangan bangsa Indonesia.
Sebagai pesantren yang berbasis edukasi dan sosial keummatan, eLKISI berdiri sejak tahun 2010 silam. Pesantren eLKISI ingin lebih berperan aktif dalam proses kaderisasi ummat tanpa meninggalkan peran penting lainnya, yakni sosial keummatan.
Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini, menilai pandemi Covid-19 memaksa masyarakat kembali kepada jati diri pendidikan. Saat pandemi, semua pihak semestinya punya waktu luang berpikir serius tentang pendidikan secara substansial.
Para dai dari Dewan Dakwah mengabdi kepada warga di pedalaman daerah. Bukan hanya mengajarkan ilmu agama, mereka juga menjadi sahabat masyarakat sekitar.
Para peserta PKU-DDII tingkat doktoral ini akan difasilitasi dan diarahkan mengambil kuliah S3 secara formal di suatu kampus yang bekerjasama dengan DDII. Pendidikan tetap bertumpu pada kombinasi penekanan adab dan penguasan ilmu yang mumpuni, tak hanya sekadar meraih gelar doktor.