Umar bin Khattab sukses membangun Kedaulatan Islam dalam 10 tahun kepemimpinannya. Di bawah kekhalifahan Umar, wilayah Islam meluas dari Cina hingga Afrika, mengalahkan dua kekuatan besar - Romawi dan Persia. Keberhasilannya bukan sekadar ekspansi militer, tapi membangun peradaban berbasis akhlak mulia.
Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw merupakan rahmatan lil alamin menjadikan setiap hukum dan ajarannya selalu untuk menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan
Abdul Mu'ti mengungkap rahasia kepemimpinan Nabi Muhammad dan Umar bin Khattab dalam pengajian Muhammadiyah. Kedua tokoh ini menjadi teladan servant leadership dengan gaya hidup sederhana dan kepedulian tinggi pada rakyat. Mu'ti mengaitkan konsep ini dengan tantangan kepemimpinan modern, menekankan pentingnya pemimpin yang melayani dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.
Hidup sederhana merupakan salah satu pokok ajaran Islam dan perilaku yang dicintai Allah SWT. Selain itu, kesederhanaan juga gaya hidup yang dapat mendatangkan cinta antar sesama.
Semua orang pernah mengalami ups and downs dalam menjalani hidup. Saat hari terasa berat dan penat mewarnai sahabat Muslim, mungkin kalimat atau quote pembangkit semangat
Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mengajarkan sikap toleransi kepada sesama dengan penuh kelembutan. Sikap toleransi yang ditunjukkan Rasulullah ialah memaafkan
Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI), Ustadz Asep Sobari, Umar bin Khattab memberlakukan jizyah (pajak) bagi nonmuslim. Tapi, besaran pajak tersebut sangat kecil. Paling tinggi Rp16 juta per tahun. Itu pun ada syarat-syarat wajib pajak.
Umar bin Khattab merupakan salah satu potret pemimpin ideal dalam sejarah peradaban manusia. Dia dikenal sebagai pemimpin yang adil dan tegas, namun gaya hidupnya terkenal sederhana dan sangat rendah hati meski memiliki kekayaan besar.
Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI), Ustadz Asep Sobari, menilai sikap negarawan sosok Umar bin Khattab saat memilih pejabat daerah patut menjadi contoh para pemimpin saat ini.
Umar bin Khattab memiliki filosofi kuat dalam mengelola kekayaan negara. Filosofi itu menggambarkan prinsip kesederhanaan, keadilan, dan kebijaksanaan dalam pengelolaan sumber daya publik.
Pakar Sejarah Islam, Ustadz Asep Sobari, menceritakan satu kisah tawadhu keluarga Umar bin Khattab saat menjadi khalifah. Kisah tersebut terkait pembagian kain yang dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat muslim.
Menanggapi itu Wakil Ketua Majelis Tabliqh PP Muhammadiyah periode 2015-2022, Fahmi Salim meminta seorang Pemimpin menyontoh gaya kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.