Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home sosok muslim detail berita

Teladan Kesederhanaan Umar bin Khattab, Khalifah Kaya Raya yang Anti Flexing

esti setiyowati Sabtu, 24 Agustus 2024 - 06:00 WIB
Teladan Kesederhanaan Umar bin Khattab, Khalifah Kaya Raya yang Anti Flexing
Khalifah Umar bin Khattab.Foto/ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Hidup sederhana merupakan salah satu pokok ajaran Islam dan perilaku yang dicintai Allah SWT. Selain itu, kesederhanaan juga gaya hidup yang dapat mendatangkan cinta antar sesama.

Dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ada seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang apabila aku lakukan, Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.” Beliau menjawab, “Zuhudlah di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Begitu pula, zuhudlah dari apa yang ada di tangan manusia, maka manusia akan mencintaimu.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan selainnya dengan sanad hasan) [HR. Ibnu Majah, no. 4102. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 944 mengatakan bahwa hadits ini hasan].

Orang yang menanamkan kesederhanaan dalam hidup, meskipun mampu untuk bergaya mewah dan foya-foya, ia tidak akan melakukannya. Sebab, dalam hidupnya ia mengutamakan iman dan takwanya kepada Allah Ta'ala.

Baca juga:Perjalanan Kaesang dan Istri ke Amerika Yang Dikaitkan Sewa Jet Pribadi Bikin Gempar, Netizen: Tak Ada Hati Nurani

Sebagaimana para sahabat Nabi Muhammad saw, yang dikenal kaya raya namun tetap hidup dalam kesederhanaan. Salah satunya Amirul Mukminin Umar bin Khatab ra, khalifah kedua umat Muslim.

Menukil buku "Umar bin Khattab Ra" yang ditulis oleh Abdul Syukur al-Azizi, menyebutkan Umar bin Khattab dikenal sebagai penakluk dua imperium besar, Romawi dan Persia.

Sebagai khalifah, Umar bin Khattab hidup seperti rakyat biasa. Bahkan, ia tak pernah memiliki istana. Terpenting baginya adalah kesejahteraan rakyat.

Kendati menjabat sebagai khalifah, Umar bin Khattab masih mengenakan pakaian yang memiliki belasan tambalan, tidur beralaskan anyaman daun kurma, dan selalu membagikan makanan untuk fakir miskin juga anak yatim piatu.

Beberapa riwayat menyebutkan, Umar bin Khattab ra sangat takut menggunakan hartanya untuk kesenangan duniawi. Bahkan, dalam urusan makanan, ia memastikan tidak berlebihan dan bermewah-mewahan.

Sebagai pemimpin, Umar bin Khattab ra memberikan keteladanan pada umat Muslim. Di masa kepemimpinannya, gaya hidup sederhana ditularkan kepada para pejabat. Ia pun selalu mengimbau para pejabat untuk hidup dalam kesederhanaan.

Pendiri Sirah Community Indonesia, Ustaz Asep Sobari mengatakan, Umar bin Khattab tidak ingin para pejabat berlaku koruptif. Ia pun memberikan gaji besar agar para pejabat tidak melakukan tindak korupsi.

"Dengan begitu, mereka tidak berfikir mengambil harta yang bukan haknya. Budaya itulah yang selalu ditekankan Umar kepada para pejabatnya," kata Ustaz Asep Sobari, dikutip Langit7.id.

Umar pernah berpesan kepada Abu Ubadaih, pejabat tinggi di Syam, “Wahai Abu Ubadaih, jika engkau mengangkat pejabat maka cukupilah mereka (dengan gaji besar) agar tidak berkhianat.” (Abu Yusuf, al-Kharaj).

Ustaz Asep menjelaskan, di masa kepemimpinan Umar bin Khattab, pejabat dan rakyat sama-sama sejahtera dan hidup dalam keadilan.

"Umar sangat menekankan pelayanan publik dan menekankan pejabat harus melayani rakyat dengan tulus dan tidak memperkaya diri," ujar Ustaz Asep.

Umar pernah berkata, “Janganlah kalian bergelimang kenikmatan dan bergaya hidup seperti kaum ‘Ajm. Sederhanalah.” (Dr. Abdul Aziz al-‘Umari, al-Wilayah ‘ala al-Buldan).

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan