Neraca perdagangan Indonesia November 2024 mencatat surplus USD 4,42 miliar, melanjutkan tren positif selama 55 bulan berturut-turut. Amerika Serikat, India, dan Filipina menjadi penyumbang surplus terbesar. Ekspor nonmigas meningkat 2,24%, dengan pertumbuhan signifikan di sektor logam, perhiasan, dan kakao. Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama.
Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di pameran Automechanika Dubai 2024 dengan potensi transaksi USD 4,4 juta untuk produk suku cadang otomotif. Paviliun Indonesia yang menampilkan produk unggulan seperti baterai dan kampas rem dari perusahaan ternama berhasil menarik lebih dari 1.000 pengunjung dari berbagai negara Timur Tengah dan Afrika. Keberhasilan ini membuktikan daya saing produk otomotif Indonesia di pasar global.
Wakil Menteri Perdagangan Roro Esti mendorong UKM Indonesia meraih peluang ekspor ke Kanada melalui platform InaExport. Kerjasama dengan TFO Kanada membuka akses pasar bagi produk makanan dan jasa kreatif. Nilai perdagangan Indonesia-Kanada mencapai USD 3,44 miliar (2023), tumbuh 11,24% dalam 5 tahun.
Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan melalui ekspor sepeda listrik Polygon Kalosi ke Amerika dan Eropa senilai Rp7,8 miliar. Produk karya PT Insera Sena ini membuktikan kesuksesan program hilirisasi nasional, dengan mayoritas komponen berasal dari dalam negeri. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia di pasar global teknologi ramah lingkungan.
Kolaborasi strategis Kemendag dan Bank Jatim membuka peluang baru bagi UMKM untuk menembus pasar ekspor. Melalui pendampingan usaha, sertifikasi produk, dan promosi dagang, pelaku UMKM akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan perbankan untuk mengembangkan bisnis mereka ke level internasional.
Kementerian Perdagangan meluncurkan terobosan baru melalui program UMKM BISA Ekspor untuk mendorong pelaku usaha kecil menengah merambah pasar global. Melalui kolaborasi dengan Bank Jatim dan fasilitas pendampingan ekspor, UMKM Indonesia kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan bisnis ke level internasional, khususnya pasar Jepang dan UEA.
Kementerian Perdagangan RI aktif mendorong UKM Indonesia menembus pasar global melalui pertemuan langsung dengan 180 perusahaan Kanada. Program ini membuka peluang besar bagi pengusaha lokal untuk mengembangkan bisnis ke pasar internasional, khususnya Kanada yang memiliki potensi ekspor senilai USD 1,3 miliar. Melalui pendampingan dan seminar ekspor, UKM Indonesia dipersiapkan untuk bersaing di kancah global.
Indonesia mencapai terobosan penting melalui penandatanganan CEPA dengan Kanada yang membuka akses pasar hingga 90,5% pos tarif. Kesepakatan bernilai USD 1,4 miliar ini memberi peluang besar bagi ekspor produk unggulan Indonesia, dari tekstil hingga sawit, sekaligus menarik 180 perusahaan Kanada berinvestasi.
Alumni NYU asal Indonesia menjadi kunci penting dalam memperkuat hubungan dagang Indonesia-AS. Wamendag Roro Esti menekankan peran mereka sebagai jembatan bisnis antara kedua negara, dengan surplus perdagangan mencapai USD 1,52 miliar. Para alumni berperan aktif dalam memfasilitasi investasi dan ekspansi bisnis bilateral.
Wamendag Roro Esti menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target 8% pada 2029. Didukung kinerja perdagangan yang positif dengan surplus USD 24,43 miliar, Kemendag fokus pada pengamanan pasar domestik, perluasan ekspor, dan pemberdayaan UMKM. Indonesia juga aktif dalam diplomasi perdagangan internasional.
Indonesia mempertegas langkah melindungi industri dalam negeri melalui optimalisasi instrumen anti-dumping WTO. Langkah ini diambil menyusul PMI manufaktur yang stagnan di level 49,2 selama empat bulan. Meski demikian, neraca perdagangan Indonesia tetap surplus USD 3,26 miliar, didukung kinerja ekspor nonmigas.
Kementerian Perdagangan membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia melalui The 2nd Made in INDONESIA EXPO 2025 di Riyadh. Event strategis ini menjadi jembatan ekspor ke pasar Arab Saudi yang memiliki 3 juta diaspora Indonesia. Dengan surplus perdagangan USD 1,28 miliar, pameran ini mendukung program UMKM BISA Ekspor untuk memperkuat penetrasi produk halal Indonesia di Timur Tengah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan ekspor kerajinan UMKM Bantul senilai Rp2 miliar ke pasar global. Produk unggulan seperti kerajinan eceng gondok dan marmer telah menembus pasar Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Kemendag mendukung penuh pengembangan UMKM melalui program UMKM BISA Ekspor dan pendampingan desain.