Kementerian Perdagangan membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia melalui The 2nd Made in INDONESIA EXPO 2025 di Riyadh. Event strategis ini menjadi jembatan ekspor ke pasar Arab Saudi yang memiliki 3 juta diaspora Indonesia. Dengan surplus perdagangan USD 1,28 miliar, pameran ini mendukung program UMKM BISA Ekspor untuk memperkuat penetrasi produk halal Indonesia di Timur Tengah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan ekspor kerajinan UMKM Bantul senilai Rp2 miliar ke pasar global. Produk unggulan seperti kerajinan eceng gondok dan marmer telah menembus pasar Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Kemendag mendukung penuh pengembangan UMKM melalui program UMKM BISA Ekspor dan pendampingan desain.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memaparkan strategi besar hilirisasi industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 8% pada 2028. Melalui program UMKM BISA Ekspor dan kerja sama dengan Google-UGM, Kemendag fokus mengintegrasikan teknologi digital, pelatihan ekspor, dan penguatan UMKM untuk meningkatkan daya saing global.
Roti Ropi, UMKM sukses Indonesia, mencatatkan ekspor kedelapan ke UEA, membuktikan produk lokal mampu bersaing global. Mendag Budi Santoso mendukung ekspansi melalui program UMKM BISA Ekspor dan meresmikan pembangunan pabrik baru. Pertumbuhan ekspor makanan olahan Indonesia mencapai 6,9% dengan nilai USD 4 miliar, menunjukkan potensi besar UMKM dalam mendorong ekonomi nasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong inovasi UMKM untuk meningkatkan ekspor melalui program pelatihan dan pendampingan Kemendag. Saat mengunjungi pabrik lurik CV Lurik Prasojo di Klaten, beliau menekankan pentingnya kualitas produk dan aktif mendukung pemasaran digital melalui live shopping produk lokal.
Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan ekspor furnitur senilai Rp1,11 miliar dari PT Inkase Indo Corpora ke Prancis dan AS. Perusahaan ini menunjukkan inovasi dengan melibatkan UMKM lokal sebagai pemasok aksesori furnitur. Program UMKM BISA Ekspor dari Kemendag mendukung pengembangan UMKM Indonesia untuk menembus pasar global, sejalan dengan target peningkatan rasio kewirausahaan menuju 10-12 persen.
Menteri Perdagangan Budi Santoso meluncurkan tiga program unggulan Kemendag 2025 untuk memperkuat ekonomi nasional. Program ini fokus pada pengamanan pasar dalam negeri, ekspansi ekspor, dan pemberdayaan UMKM. Hasilnya, neraca perdagangan Indonesia terus surplus selama 54 bulan, mencapai USD 24,43 miliar pada Oktober 2024.
Indonesia kembali membuktikan dominasinya dalam perdagangan global dengan mencatatkan surplus USD 2,48 miliar pada Oktober 2024. Prestasi ini meneruskan tren positif selama 54 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Ekspor nonmigas menjadi pendorong utama dengan surplus USD 4,80 miliar, didukung peningkatan ekspor ke India, Amerika Serikat, dan Filipina. Sektor pertanian mencatat pertumbuhan tertinggi 17,57%, sementara produk perhiasan dan logam mulia menyumbang peningkatan USD 1,68 miliar.
Indonesia dan Kanada sukses menyelesaikan perundingan CEPA setelah 10 putaran. Mendag Budi Santoso dan Menteri Kanada Mary Ng akan menandatangani kesepakatan pada Desember 2024. Kerjasama ini mencakup 23 isu penting termasuk perdagangan barang, investasi, dan sektor prioritas seperti mineral kritis.
Indonesia dan Jepang membuka lembaran baru kerja sama ekonomi melalui Protokol IJEPA 2025. Perjanjian ini memperkuat perdagangan bilateral yang telah mencatatkan surplus USD 5,15 miliar bagi Indonesia. Dengan 7 sektor strategis yang diperluas, kedua negara optimis mendorong pertumbuhan investasi dan ekspor yang lebih besar.
KTT Investasi Arab-Afrika di New Aswan membuka peluang emas kerjasama Indonesia-Mesir. Nilai perdagangan bilateral mencapai USD 1,21 miliar pada 2024, dengan surplus Indonesia USD 942,3 juta. Aswan menawarkan potensi investasi strategis dalam pertambangan, pariwisata, dan pertanian sebagai gerbang menuju pasar Afrika.
Indonesia dan Hong Kong memperkuat kerja sama perdagangan dengan total nilai USD 4,14 miliar hingga September 2024. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mendorong investasi Hong Kong di sektor ekspor, seperti kesehatan dan makanan. Program beasiswa dan kerja sama ekonomi teknis diperpanjang hingga 2029.
Kementerian Perdagangan meluncurkan program UMKM BISA Ekspor untuk mendorong pelaku UMKM Indonesia menembus pasar global. Melalui Forum Dialog Ekosistem yang melibatkan berbagai pihak, Mendag Budi Santoso berkomitmen mempermudah proses ekspor UMKM dan menargetkan pertumbuhan ekspor nasional hingga 9,6% pada 2029.