Dalam rapat koordinasi posko yang digelar pada hari ini, Kamis (9/12), sejumlah pelayanan dasar menjadi perhatian petugas di lapangan untuk dioptimalkan.
Dalam penanganan penanggulangan bencana hingga hari ini, Satuan Tugas Penanganan telah dibentuk. Korban jiwa maupun materi diperkirakan terus mengalami penambahan.
Usai kejadian, warga terdampak sempat mengecek rumah mereka masing-masing melalui jalur yang bisa dilewati. Seorang warga bercerita bagaimana erupsi Gunung Semeru telah menewaskan banyak ternak peliharaannya.
Ratusan warga terpaksa harus mengungsi ke berbagai tempat aman untuk menghindari awan panas di gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut yang terjadi sejak, Sabtu (4/12/2021).
Pada delapan jenazah di Kecamatan Candipuro, terdapat satu jenazah korban ditemukan di Dusun Kebondeli Selatan, pukul 15.45 WIB, yang masih belum teridentifikasi.
Di sepanjang jalan menuju lokasi, Kepala BNPB melihat banyak kerusakan vegetasi berupa pohon tumbang dan material vulkanik yang menutupi jalan hingga ketebalan kurang lebih 30 sentimeter.
Pemberian dukungan kepada para korban tersebut sekaligus menjadi wujud negara hadir secara langsung dalam percepatan penanganan kejadian bencana erupsi Gunung Semeru.
BNPB telah memfasilitasi tiga titik lokasi pengungsian, yaitu dua lokasi di Kecamatan Pronojiwo (Desa Sumpiturang dan Desa Curah Kobokan) dan satu lainnya Kecamatan Candipuro (Desa Sumberwuluh).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Adi Priyanto menjelaskan sebanyak 112 gardu yang terdampak erupsi tersebut mengakibatkan 30.523 pelanggan mengalami pemadaman listrik.
Tim Puskris bersama BNPB diberangkatkan ke lokasi kejadian pukul 21.00 WIB melalui jalur darat untuk mengantarkan bantuan logistik berupa tenda 6x12 meter, masker kain, masker medis, masker N95, hand sanitizer.