Apakah wajib taubat atas dosa-dosa kecil seperti atas dosa-dosa besar? Karena ia didapati terhapuskan secara otomatis dengan melakukan taubat atas dosa-dosa besar.
Dalam sunnah Nabi Muhammad SAW, kita banyak menemukan hadis-hadis yang mengajak kita untuk bertobat, menjelaskan keutamaannya, dan mendorong untuk melakukannya dengan berbagai cara.
Al Quran telah menyebutkan kepada kita tobat nabi-nabi dan orang-orang yang saleh atas perbuatan salah mereka. Mereka segera menyesal, bertobat dan beristigfar dari kesalahan itu.
Seluruh orang yang bertobat amat membutuhkan untuk beristigfar. Istigfar bukan hanya sekadar permohonan ampun, tetapi juga kunci pembuka pintu rahmat, rezeki, dan solusi dari setiap permasalahan.
Allah SWT memuji nabi-nabi-Nya dalam Al Qur'an dengan tindakan mereka yang melakukan istighfar itu. Mereka adalah manusia yang paling bersegera dalam melakukan istighfar dan yang paling senang melakukannya.
Penghujung tahun, momen yang istimewa, bukan sekadar akhir dari sebuah kalender, tetapi juga waktu untuk merenung, mengevaluasi diri, serta mempersiapkan langkah baru.
Syirik, dosa terbesar dalam Islam, bukan sekadar menyembah berhala, tetapi juga ketergantungan pada selain Allah. Meski seseorang rajin beribadah, sikap syirik bisa muncul dalam keseharian. Bertauhid membutuhkan perjuangan besar, namun Allah menjanjikan pengampunan bagi mereka yang bertobat dengan tulus.
Buya Yahya membuka pintu tobat bagi preman dan orang bertato, mendobrak stigma masyarakat. Dakwahnya yang inklusif menawarkan harapan dan penerimaan bagi mereka yang ingin berubah. Pesan ini mengingatkan kita bahwa Islam adalah agama rahmat, merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang, mengajak kita menjadi agen perubahan dalam masyarakat.
UAH berpesan agar umat Islam dapat memanfaatkan waktu di dunia untuk bertobat dan mengerjakan amal salih. Sehingga kehidupannya diharapkan dapat membawa umat untuk semakin mendekatkan diri dengan Allah SWT.
Buya Yahya mengingatkan agar kaum muslimin tak menghina maupun mencela orang-orang yang telah menjalani hukuman di dunia. Termasuk bagi orang yang harus menjalankan hukuman mati.
Buya Yahya memaparkan, kaidah hukuman yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang berdosa dan ahli iman di dunia, maka pantang bagi Allah SWT menghukumnya dua kali.