LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah
Buya Yahya mengingatkan agar kaum muslimin tak menghina maupun mencela orang-orang yang telah menjalani hukuman di dunia. Termasuk bagi orang yang harus menjalankan hukuman mati.
Pasalnya, menjalani hukuman di dunia adalah upaya peleburan atas dosa yang pernah dilakukan. Hal tersebut seperti kisah tobatnya wanita
pezina yang meminta kepada Rasulullah SAW untuk dihukum rajam.
Buya Yahya menuturkan, kisah ini diriwayatkan oleh Imran bin al-Husain al-Khansa. Suatu hari, seorang wanita yang berzina menghadap Rasulullah dan untuk bertobat. Wanita pezina itu diketahui telah mengandung anak hasil perselingkuhannya dengan pria lain.
Baca Juga: Benarkah Hukuman Mati Tanda Pintu Tobat Tertutup? Ini Kata Buya Yahya"Ya Rasulullah, aku telah berzina. Padahal aku sudah menikah dan aku hamil dari perzinaan ini. Sucikan aku dengan hukuman mati sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur'an," kata Buya Yahya dikutip dari penggalan kajiannya, Rabu (15/2/2023).
Wanita tersebut berniat untuk menjalankan hukuman rajam agar diampuni dari dosanya. Dia pun meminta Nabi Muhammad SAW untuk menghukumnya.
"Ya Rasulullah, sucikan aku dari dosa yang telah kulakukan. Aku telah melanggar Allah. Bagaimana nantinya aku akan bertemu Allah," ujarnya.
Namun, Rasulullah memalingkan wajahnya dari wanita pezina itu hingga permohonan dipanjatkannya sebanyak empat kali. Rasulullah menganggap bahwa wanita ini sedang mabuk, dan berkata, "Kembalilah sampai anakmu lahir," kata Rasulullah kepada wanita tersebut.
Sembilan bulan berlalu, wanita itu akhirnya melahirkan. Di hari pertama nifasnya, dia datang kembali membawa anaknya. Dia berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina.”
Baca Juga: Qishash dan Hukuman Mati dalam IslamRasulullah melihat kepada anak perempuan tersebut, dan bersabda, “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”
Dengan sedih, wanita itu akhirnya kembali lagi ke rumahnya. Tiga tahun lebih berlalu, wanita tersebut kembali kepada Rasulullah untuk bertobat dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”
Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir di sana, “Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga…”
Melihat kesungguhan wanita itu untuk
bertobat, akhirnya hati Rasulullah tergerak. Beliau meminta sahabatnya untuk membawa bayi tersebut. Kemudian wanita itu diikat dan dirajam oleh orang-orang hingga meninggal dunia.
Rasulullah pun memastikan wanita pezina itu benar-benar bertobat dan semua dosanya berguguran karena ketulusannya memohon ampunan Allah SWT. "Dosa wanita itu hilang seperti hari dia terlahir," kata Rasulullah.
Setelah wanita tersebut meninggal, beliau pun menyalatinya. Umar bin Khattab merasa heran seraya berkata, "Engkau menyalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!”
Rasulullah bersabda, “Sungguh dia telah bertobat dengan satu tobat, yang seandainya tobat itu dibagikan kepada 70 orang penduduk Madinah, maka tobat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah tobat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah?” (HR. Ahmad).
Baca Juga:
4 Inti Kandungan Al-Qur'an: Tauhid, Kematian, Kebangkitan, dan Keadilan
Ferdy Sambo Divonis Mati, Begini Hukum Qishash bagi Pembunuh dalam Islam(gar)