Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza digelar di Sharm el-Sheikh, Mesir, dihadiri Donald Trump dan sejumlah pemimpin dunia. Namun, pengamat menilai agenda ini sarat kepentingan politik Amerika Serikat yang berpotensi merugikan Palestina.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampak begitu gembira dengan adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Bahkan Ia mengaku bangga dan mengumumkannya melalui akun Truth Social miliknya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ungkap Donald Trump meminta Ankara membujuk Hamas agar menerima rencana perdamaian Gaza. Erdogan sebut Hamas siap berdamai dan langkah ini jadi harapan baru di tengah perang yang sudah dua tahun berlangsung.
Qatar dan Turki bergabung dalam pembicaraan damai di Mesir bersama AS, Israel, dan Hamas. Trump pimpin langsung upaya akhiri perang Gaza dan bebaskan sandera yang tersisa.
Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan, pihaknya telah merancang koin USD1 bergambar Presiden Donald Trump di kedua sisinya. Rencananya koin ini bakal beredar pada 2026. Jika benar terjadi, hal ini melanggar undang-undang yang ada.
Hamas menyetujui pembebasan semua tawanan Israel, pengiriman jenazah korban, dan penyerahan pemerintahan Gaza kepada badan teknokratis Palestina yang independen.
Sebanyak 120 warga negara Iran dideportasi dari Amerika Serikat (AS). Hal ini merupakan bagian dari kebijakan keras Presiden AS, Donald Trump terhadap persoalan imigrasi.
Otoritas Palestina menyambut hangat upaya Presiden AS Donald Trump dalam mengakhiri perang Gaza. Rencana perdamaian ini mendapat dukungan luas negara-negara Arab.
Potret Presiden RI Prabowo Subianto yang terpampang di papan iklan besar berlogo Abraham Shield di Tel Aviv, Israel menghebohkan publik. Dalam baliho tersebut, foto Prabowo satu barisan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, dan Raja Yordania Abdullah II.
Wali Kota London, Sadiq Khan menyebut Donald Trump sebagai seorang yang rasis, seksis, misoginis, dan Islamofobia. Pernyataan ini merupakan reaksi atas pidato Trump di PBB, New York beberapa waktu lalu.
Donald Trump menegaskan tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat. Pernyataan ini memberi harapan baru bagi Palestina di tengah ketegangan kawasan.