Para pakar hadis sepakat bahwa ritual salat seratus rakaat di malam Nishfu Sya'ban didasari hadis palsu. Praktik ini dinilai menguras tenaga hingga membuat banyak orang melalaikan shalat Shubuh.
Nishfu Syaban adalah momentum pengampunan massal, kecuali bagi pelaku syirik dan pembenci. Namun, para ulama memperingatkan agar tidak terjebak pada ritual khusus yang tidak berdasar hadits sahih.
Terletak di antara Rajab dan Ramadan, Syaban kerap menjadi bulan di mana manusia lalai. Padahal, inilah masa angkat amal tahunan dan waktu di mana Rasulullah paling banyak melakukan puasa sunnah.
Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, di mana pada bulan ini menjadi waktu penyerahan catatan amal manusia selama setahun kepada Allah swt.
Salah satu amalan sunah di bulan Syaban adalah puasa. Menurut Syekh Nawawi al-Bantani di dalam kitab Nihyatuz Zain fi Irsydil Mubtadin, di antara keutamaan puasa Syaban adalah mendapatkan syafaat
Bulan Syaban telah tiba. Dan di antara keistimewaan bulan Syaban adalah di dalamnya turun ayat tentang sholawat dan salam atas Nabi Muhammad ?, dan turunnya ayat ke-56 Surat Al-Ahzab.
Ramadhan sekitar satu bulan lagi. Bagi yang punya utang puasa masih ada waktu satu bulan, yakni Syaban untuk mengqadha puasa Ramadhan. Syaban juga momentum terakhir
Ruwahan merupakan tradisi kebudayaan Jawa untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Sedangkan nyadran adalah rangkaian budayanya, mulai dari pembersihan makam leluhur, tabur bunga, dan kenduri.