Tiga darwis kembali dari pengembaraan panjang. Jawaban mereka tentang rahasia bertahan hidup terdengar sederhana: kucing, makanan, dan latihan. Tapi di balik kata-kata itu, tersimpan teka-teki kehidupan.
Dari gang-gang sunyi Bukhara, para darwis Khajagan menulis ulang peta spiritual Asia Tengah. Mereka tidak sekadar guru tarekat mereka adalah arsitek budaya yang diam-diam menuntun para raja.
Dari gang Baghdad hingga ruang sunyi zaman modern, Tarekat Suhrawardi mengajarkan keheningan sebagai jalan marifahpelajaran yang kini bersua dengan tren mindfulness global.
Dari Khurasan ke India, dari seruling ke samudra jiwa. Chisytiyah menjadikan musik sebagai jembatan menuju marifat, meski di kemudian hari, irama itu disalahpahami.
Sebutan-sebutan ini menambah kabut. Di telinga Barat, nama tarekat seperti Qadiriyah atau Naqsyabandiyah terdengar eksotis, kadang salah kaprah dipahami sebagai sekte atau ordo rahasia.
Bahaya pertama: seorang suami yang mencari nafkah dengan cara yang haram. Nabi sendiri menegaskan: tak ada amal saleh yang cukup untuk menebus dosa itu.
Dari Ahl al-Suffah di Masjid Nabawi hingga zikir sunyi para sufi, tasawuf menjelma menjadi moralitas Islam yang terus bergulat antara spiritualitas, filsafat, dan zaman.
Kelompok pertama mencerminkan orang-orang beriman yang sama sekali menjauhkan diri dari dunia, dan kelompok yang terakhir adalah kelompok orang kafir yang hanya mengurusi dunia.
Di dalam kerajaan manusia, singgasana Allah dicerminkan oleh roh, malaikat (Jibril) oleh hati, kursy oleh otak dan lauhul-mahfuzh oleh ruang-gudang pikiran.
Kisah ini menggarisbawahi secara dramatis perbedaan antara apa yang calon murid pikirkan tentang hubungan yang seharusnya dengan sang guru dan seperti apa pada kenyataannya.
Gagasannya konstruktif bahwa dengan menyerap ajaran ini lewat kisah-kisah sentilan, orang-orang tertentu mampu benar-benar meningkatkan kepedihan mereka terhadap kecenderungan tersembunyi tersebut.
Imam Ghazali mempergunakannya pada abad kesebelas dalam Al-Kimia Kebahagiaan untuk menggaris bawahi ajaran sufi bahwa hanya beberapa dari sekian benda yang kita akrabi yang memiliki pertalian dengan 'dimensi lain'